Hal Tidak Terduga Ketika Liburan yang Bisa Menguras Kantong - Koran Mandalika

Hal Tidak Terduga Ketika Liburan yang Bisa Menguras Kantong

Rabu, 13 Agustus 2025 - 23:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liburan adalah impian yang dinanti-nanti. Berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, kamu menghabiskan waktu untuk merencanakan setiap detailnya: memesan tiket pesawat jauh-jauh hari, mencari akomodasi dengan ulasan terbaik, menyusun daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi, hingga menghitung setiap pengeluaran. Anggaran yang dibuat terasa sempurna, rapi, dan terkendali.

Namun, di balik kegembiraan itu, ada satu hal yang siap menyabotase rencana terbaikmu yaitu biaya tak terduga. Ia tidak muncul di daftar itinerary, tidak tercantum dalam total biaya tiket, dan seringkali baru menampakkan diri saat kamu sudah berada di tengah keseruan. 

Biaya inilah yang bisa mengubah pengalaman liburan dari menyenangkan menjadi penuh kepanikan finansial. Memahami dan mengantisipasi biaya ini adalah kunci agar liburan impianmu tidak berakhir dengan kantong kosong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilusi Anggaran Liburan yang Terlalu Sempurna

Sebagian besar dari kita membuat anggaran liburan dengan fokus pada pengeluaran besar, seperti tiket pesawat, hotel, dan biaya tur. Kita cenderung mengabaikan pengeluaran kecil yang menumpuk. Ditambah lagi, saat berada dalam “mode liburan,” kita seringkali lebih santai dalam membelanjakan uang. 

Pikiran tentang “kapan lagi” atau “semua akan kembali normal setelah liburan” membuat kita cenderung mengabaikan batasan yang sudah dibuat. Inilah yang menjadi celah bagi biaya tak terduga untuk masuk dan merusak rencana keuangan.

Mengidentifikasi Berbagai Biaya Tak Terduga dalam Liburan

Biaya tak terduga bisa datang dari berbagai arah. Berikut adalah kategori-kategori pengeluaran yang seringkali luput dari perencanaan:

1. Biaya transportasi di luar rencana

Menggunakan taksi atau ojek online karena kaki sudah terlalu lelah atau jadwal transportasi umum tidak sesuai. Biasanya kalau kamu pergi ke tempat wisata di Indonesia, kamu akan menemukan pungutan liar biaya parkir atau retribusi dari warga lokal.

2. Pengeluaran makanan dan minuman impulsif

Baca Juga :  3 Kesalahan Logo yang Bikin UMKM Gagal Branding, Ini Temuan Sribu.com

Rencana makan di tempat murah gagal karena tiba-tiba ingin mencoba restoran yang viral atau berlokasi strategis di tempat wisata. Begitu juga dengan pembelian camilan, kopi, atau air mineral di area wisata yang harganya jauh lebih mahal daripada di toko biasa.

Selain itu, untuk perjalanan keluar negeri, biasanya ada uang tip ketika makan di restoran. memberi tip di negara tertentu yang tidak diperkirakan sebelumnya.

3. Biaya kerusakan dan kehilangan

Saat berlibur, ada risiko biaya tambahan yang muncul karena kerusakan atau kehilangan barang. Misalnya, tanpa sengaja merusak properti hotel atau barang sewaan seperti sepeda dan peralatan snorkeling bisa membuat kamu harus membayar ganti rugi. 

Selain itu, kelebihan berat bagasi di bandara juga bisa menambah pengeluaran karena harus membayar biaya ekstra. Gadget seperti handphone atau kamera yang rusak atau jatuh secara tiba-tiba juga bisa menimbulkan biaya perbaikan yang cukup besar dan tidak terduga.

4. Biaya perubahan jadwal dan logistik

Perubahan mendadak dalam jadwal perjalanan juga bisa berdampak pada anggaran. Jika penerbangan ditunda atau dibatalkan, kamu mungkin perlu mengeluarkan uang ekstra untuk makanan atau menginap semalam lagi. 

Kadang, rencana liburan yang diperpanjang secara spontan juga berarti harus membayar tambahan untuk sewa hotel dan akomodasi lainnya. Belum lagi risiko kenaikan tarif hotel atau transportasi yang melonjak karena musim liburan atau adanya acara khusus yang tidak kamu perkirakan sebelumnya.

Selain 4 hal di atas, untuk mencegah keluar biaya untuk sakit, pastikan kamu membawa obat-obatan atau sudah menyiapkan dana atau asuransi untuk pengobatan. 

Membangun Perisai Keuangan: Dana Darurat Liburan

Meskipun biaya-biaya ini tak terduga, bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Kunci untuk melindungi anggaranmu adalah dengan memiliki dana darurat liburan yang terpisah. Para perencana keuangan menyarankan untuk menyisihkan sekitar 20% hingga 30% dari total anggaran liburan dalam rekening khusus yang hanya digunakan untuk hal-hal tak terduga ini.

Baca Juga :  Mahasiswa Information Systems BINUS UNIVERSITY Ciptakan Aplikasi Kesehatan Mental Berbasis AI di I/O Festival 2025

Dana ini adalah “perisai” yang akan melindungimu. Jika kamu mengalami kerusakan mobil sewaan, biaya tersebut bisa langsung ditanggung oleh dana ini. Jika tiba-tiba sakit, kamu tidak perlu panik. Dengan begitu, kamu bisa menikmati liburan dengan tenang, mengetahui bahwa ada bantalan finansial yang siap menanggung risiko.

Pinjaman sebagai Jalan Keluar

Dalam skenario terburuk, ketika biaya tak terduga yang muncul begitu besar sehingga melampaui dana darurat liburan yang sudah disiapkan, mungkin kamu akan dihadapkan pada pilihan yang berat. 

Di sinilah pinjaman bisa menjadi jalan keluar terakhir untuk mengatasi situasi yang benar-benar darurat, seperti biaya medis yang sangat besar atau kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. 

Namun, penting untuk diingat bahwa mengambil pinjaman untuk liburan, meskipun digunakan untuk biaya darurat, akan membawa konsekuensi berupa cicilan yang harus kamu bayar setelah liburan usai. 

Jika butuh pinjaman bunga rendah ntuk bantu siapkan uang tak terduga selama liburan, kamu bisa memanfaatkan Neo Pinjam dengan tenor hingga 12 bulan di neobank dari Bank Neo Commerce. Dengan limit sampai dengan Rp15 juta, mengajukan pinjaman dengan mudah dan pencairannya pun cepat. 

Meski prosesnya mudah dan pinjaman dana cepat cair, pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan pinjaman di Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko
Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global
Tips Bisa Healing Tipis-Tipis Tanpa Panik Lihat Saldo
Daftar Indeks Saham Dunia: Asia, Amerika, dan Eropa
Wall Street Cetak Rekor Baru, Investor Mulai Optimistis Konflik Global Mereda
MoraRepublic Tegaskan Komitmen terhadap Ekosistem Digital Indonesia
Mulai Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Fasilitas Pembiayaan dari BRI Finance
BRI Finance Ramaikan The Elite Indonesia 2026 dengan Promo Spesial BRI KKB

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00

Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00

Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:00

Tips Bisa Healing Tipis-Tipis Tanpa Panik Lihat Saldo

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:00

Daftar Indeks Saham Dunia: Asia, Amerika, dan Eropa

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:00

Wall Street Cetak Rekor Baru, Investor Mulai Optimistis Konflik Global Mereda

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:00

Mulai Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Fasilitas Pembiayaan dari BRI Finance

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:00

BRI Finance Ramaikan The Elite Indonesia 2026 dengan Promo Spesial BRI KKB

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:00

Diversifikasi Pembiayaan BRI Finance Berlanjut, Segmen Alat Berat Menunjukkan Kinerja Positif

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Bisa Healing Tipis-Tipis Tanpa Panik Lihat Saldo

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:00

Teknologi

Daftar Indeks Saham Dunia: Asia, Amerika, dan Eropa

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:00