Harga Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik, Pasar Cari Alternatif Selain Emas - Koran Mandalika

Harga Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik, Pasar Cari Alternatif Selain Emas

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik, Pasar Cari Alternatif Selain Emas

Jakarta, 16 Maret 2026 – Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan dengan naik sekitar 3,18% dalam 24 jam terakhir ke level $73.905 atau sekitar Rp1,25 miliar pada Senin (16/3), mengungguli sebagian besar aset di pasar global yang cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan ini juga menunjukkan korelasi yang semakin kuat dengan emas, dengan tingkat korelasi mencapai sekitar 28,14%, mengindikasikan bahwa Bitcoin mulai diposisikan investor sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global.

Lonjakan harga Bitcoin terjadi ketika risiko geopolitik meningkat setelah konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mendekati $100 per barel, level tertinggi sejak 2022. Kondisi ini mendorong kekhawatiran inflasi global sekaligus membuat investor mencari alternatif penyimpan nilai di luar aset tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Tokocrypto Calvin Kizana, menilai bahwa dinamika pasar saat ini memperlihatkan perubahan persepsi investor terhadap Bitcoin di tengah ketidakpastian global.

“Ketika ketegangan geopolitik meningkat dan harga minyak melonjak, pasar biasanya mencari aset yang dianggap tahan terhadap tekanan inflasi dan risiko mata uang. Saat ini kita melihat Bitcoin semakin sering diperlakukan seperti emas digital, yakni sebagai alternatif lindung nilai terhadap gejolak makroekonomi,” ujar Calvin.

Dukungan Arus Masuk Institusi

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga Bitcoin juga didorong oleh kembalinya permintaan institusional melalui ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Sepanjang Maret, produk ETF Bitcoin tercatat telah menarik sekitar $1,3 miliar arus masuk bersih, menandai pemulihan minat investor besar setelah periode perlambatan pada akhir 2025.

Dalam lima hari perdagangan terakhir saja, ETF Bitcoin di AS mencatat arus masuk lebih dari $767 juta, dengan BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menyumbang sekitar $600 juta dari total tersebut. Secara keseluruhan, ETF telah menyerap sekitar 18.000 BTC sejak awal Maret, memperkuat permintaan struktural di pasar.

Di sisi lain, reli harga juga diperkuat oleh dinamika pasar derivatif. Data menunjukkan lonjakan likuidasi posisi sebesar 420% dalam 24 jam, dengan lebih dari 92% berasal dari posisi short, yang memicu efek short squeeze dan mempercepat kenaikan harga.

Baca Juga :  Memperingati Hari Bumi, KAI Dorong Tren ESG di Transportasi: Langkah Nyata untuk Menjaga Bumi

Calvin menjelaskan bahwa kombinasi arus masuk institusional dan tekanan pada posisi leverage bearish menjadi katalis penting dalam pergerakan harga terbaru.

“ETF memberikan permintaan riil dari investor institusional, sementara likuidasi posisi short mempercepat pergerakan harga di pasar derivatif. Kombinasi dua faktor ini menciptakan momentum yang kuat bagi Bitcoin dalam jangka pendek,” jelasnya.

Struktur Teknikal: Momentum Jangka Pendek Menguat

Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar $71.125, yang menjadi sinyal penguatan momentum dalam jangka pendek. Level ini kini menjadi salah satu area support penting yang dipantau pasar.

Namun secara jangka panjang, Bitcoin masih berada di bawah 200-day moving average sekitar $93.939, yang menunjukkan tren bearish struktural masih membayangi.

Indikator teknikal lainnya memperlihatkan kondisi yang campuran, RSI 7-hari di level 70 mendekati area overbought, sementara MACD positif menunjukkan momentum bullish jangka pendek masih berlanjut.

Calvin menilai kondisi ini mencerminkan fase transisi pasar kripto yang masih sensitif terhadap sentimen makro. “Momentum jangka pendek terlihat positif, tetapi pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar. Selama Bitcoin belum mampu menembus rata-rata 200 hari, reli kemungkinan akan menghadapi resistensi kuat di level atas,” kata Calvin.

Dalam jangka pendek, analis memperkirakan Bitcoin berpotensi mengujicoba kembali area resistensi $74.000–$75.000 apabila mampu mempertahankan support di sekitar $71.500.

Penembusan di atas $74.000 dapat membuka peluang menuju $77.000. Sebaliknya, jika momentum melemah atau arus masuk ETF melambat, harga berisiko turun kembali ke area $69.000.

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini didorong oleh kombinasi lindung nilai makro, akumulasi institusional, serta momentum teknikal jangka pendek, sementara meningkatnya partisipasi investor ritel di dalam negeri turut memberikan sentimen positif bagi pasar kripto menjelang akhir Ramadan.

Aktivitas Trader Meningkat Menjelang Lebaran

Di dalam negeri, momentum penguatan pasar kripto juga bertepatan dengan periode menjelang Lebaran dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), yang biasanya ikut mendorong peningkatan aktivitas investasi ritel.

Baca Juga :  KAI Divre III Palembang Optimalkan Keselamatan Perlintasan Sebidang Jelang Angkutan Nataru 2025/2026

Tokocrypto mencatat adanya peningkatan jumlah active trader dan first-time trader lebih dari 30% di platform dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto.

Tren ini juga didorong oleh kehadiran kampanye Ramadan bertajuk “Ramadan Berkah Bersama Tokocrypto! Total Hadiah hingga IDR250 Juta”, yang mengajak masyarakat untuk memperbanyak silaturahmi sekaligus mengundang kerabat terdekat untuk ikut berpartisipasi di ekosistem kripto.

Calvin mengatakan bahwa periode Ramadan hingga menjelang Idul Fitri kerap menjadi momentum meningkatnya partisipasi investor baru di pasar kripto. “Kami melihat adanya peningkatan jumlah trader aktif dan pengguna baru di platform Tokocrypto menjelang Lebaran. Pencairan THR sering kali menjadi momentum bagi sebagian masyarakat untuk mulai mencoba berinvestasi, termasuk di aset kripto,” ujar Calvin.

Ia menambahkan, berbagai program insentif dan kampanye pemasaran yang dijalankan selama Ramadan diharapkan dapat semakin mendorong aktivitas transaksi di pasar.

Melalui program Ramadan Berkah Bersama Tokocrypto, perusahaan ingin menghadirkan semangat Ramadan yang bukan hanya identik dengan berbagi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai mengenal dan bertransaksi aset kripto secara lebih luas.

“Dengan adanya insentif serta program promosi yang kami jalankan selama Ramadan, kami berharap dapat mendorong peningkatan nilai transaksi baik di platform Tokocrypto maupun secara nasional. Kami optimistis momentum ini dapat menjadi penutup Ramadan yang ‘hijau’ bagi pasar kripto tahun ini,” tambahnya.

About Tokocrypto
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang berdiri sejak 2018 dan terdaftar di OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menawarkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan.

Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$30 juta, menyediakan lebih dari 400 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4 juta pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Barantum Bagikan Cara Buat Chatbot AI Tanpa Koding lewat Webinar
Cara Memilih Pembalut yang Tidak Mudah Bocor saat Siang Hari
Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah
Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting
Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban
KAI Logistik Perpanjang Promo Diskon Pengiriman ke Bandar Lampung hingga Akhir Tahun
Bikin Konten Fashion Makin Standout Tanpa Ribet dengan Kamera dan Galaxy AI di Galaxy S26 FE
Wali Kota Surakarta dan Wali Kota Padang Sampaikan Usulan Perumahan kepada Menteri PKP, BP Tapera Sampaikan Perkembangan FLPP

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:35

DPAP2KB Loteng Perkuat Penanganan Risiko Stunting dari Keluarga

Selasa, 3 November 2026 - 07:28

Pemkab Loteng Kerahkan Ribuan Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting

Senin, 2 November 2026 - 15:12

Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda

Senin, 2 November 2026 - 07:26

DP3AP2KB Dorong Desa Perkuat Aturan Pernikahan Anak

Minggu, 1 November 2026 - 17:13

DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:54

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:28

Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:14

Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair

Berita Terbaru