Harga ETH to IDR Turun, CandleStick Justru Cerminkan Kondisi Bullish 2016? - Koran Mandalika

Harga ETH to IDR Turun, CandleStick Justru Cerminkan Kondisi Bullish 2016?

Kamis, 5 September 2024 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Performa Ethereum (ETH) tidak lebih memuaskan dibanding Bitcoin. Cryptocurrency terbesar kedua ini justru mengalami penurunan yang besar selama 6 bulan terakhir. Bahkan, saat ini harga ETH to IDR juga turun banyak.

Keadaan harga Ethereum ini tidak disangka akan anjlok seperti sekarang. Pasalnya, Juli lalu ETF Spot Ethereum baru saja diperdagangkan setelah sekian lama bergelut dengan izin dari SEC. 

Namun, ternyata ada setitik cerah mengenai prediksi harga Ethereum yang turun ini. Seorang analisis kripto, yaitu Benjamin Cowen dengan akun media X bernama introcryptoverse, menyatakan bahwa kondisi candlestick ETH justru memberi pertanda bagus. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga ETH to IDR Hari Ini

Sumber: Market Bittime

Harga ETH to IDR hari ini jelas dalam kondisi kurang baik. Saat artikel ini ditulis pada 4 September 2024, Ethereum mengalami penurunan sebesar -6,10% sehingga harganya ada di angka Rp36.831.709 atau sekitar $2.381,30.

Kondisi beberapa indikatornya juga kurang menyenangkan untuk dilihat. Seperti indikator RSI yang berada di angka 44,37 yang berarti lebih banyak terjadi penjualan ETH dibanding pembelian. Lalu garis MACD yang melengkung ke bawah sehingga tren bearish lebih logis ketimbang tren bullish ETH.

Baca Juga :  ETF Bitcoin: Peluang dan Risiko yang Harus Diketahui Investor

Candlestick ETH Saat Ini Mencerminkan Pola Bullish yang Mirip Tahun 2016

Di tengah penilaian ETH yang kurang baik karena harganya yang belum juga pulih, Benjamin Cowen justru memberikan optimisme. Analis crypto tersebut menyatakan bahwa kondisi harga ETH saat ini, berdasarkan pola candlestick, justru mencerminkan keadaan yang sama seperti pada tahun 2016.

Sumber: intocryptoverse/X

Benjamin menunjukkan melalui tangkapan layar bahwa pola candlestick ETH dari Januari hingga Agustus 2024 mirip persis dengan kondisi yang sama pada tahun 2016.

Jika prediksi Benjamin Cowen terbukti akurat, Ethereum berpotensi mengalami tren bullish atau setidaknya mempertahankan performa positifnya untuk bulan September ini.

Haruskah Beli Ethereum saat Turun Harga?

Karena harga ETH terhadap IDR sedang mengalami penurunan, Anda mungkin merasa ragu apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Ethereum.

Baca Juga :  Wujudkan Komitmen TJSL melalui Aksi Nyata, Waskita Beton Precast Raih Impact Commitment Awards di CSR Awards 2026

Penting untuk diingat bahwa harga aset kripto bersifat fluktuatif. Oleh karena itu, melakukan riset sebelum membeli Ethereum sangat penting untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi.

Faktor-faktor yang memengaruhi harga ETH meliputi:

1. Kondisi market crypto saat ini

2. Sentimen negatif/positif kepada ETH untuk berbagai hal yang berkaitan dengan Ethereum

3. Musim kripto tertentu, seperti halving Bitcoin, memecoin season, dan tentu saja Altcoin Season akan sangat mempengaruhi harga ETH untuk naik atau turun

4. Inovasi yang dilakukan Ethereum

5. Keamanan yang dimiliki Ethereum untuk penggunanya sehingga pengguna bisa yakin bahwa investasi ETH memang aman

Beberapa hal di atas belum semuanya sehingga Anda harus selalu melakukan analisis, baik teknis maupun fundamental, untuk mempelajari apakah koin crypto yang Anda incar sesuai dengan prediksi yang Anda inginkan tentang pemberian cuan atau kondisi di masa depan.

Berita Terkait

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal
5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank
Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli
Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu
SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:02

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal

Senin, 21 September 2026 - 18:02

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 September 2026 - 16:02

Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Berita Terbaru

Teknologi

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:02

NTB Terkini

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Senin, 21 Sep 2026 - 17:47