Jumlah Keaktifan Peserta JKN Lombok Tengah dan Lombok Timur Masih Rendah - Koran Mandalika

Jumlah Keaktifan Peserta JKN Lombok Tengah dan Lombok Timur Masih Rendah

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat sebanyak 99 persen telah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu disampaikan oleh Deputi Direksi Wilayah XI (Bali Nusra) BPJS Kesehatan, Sofyeni, usai pertemuannya dengan Gubernur NTB.

Namun, angka tersebut berbeda dengan jumlah peserta aktif. Sofyeni, mengatakan jumlah keaktifan peserta masih 82 persen.

“Nah ini nanti tentunya PR bersama bagaimana meningkatkan keaktifan peserta,” katanya, Senin (11/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk meningkatkan jumlah peserta aktif, lanjut dia, pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga :  Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

“Khususnya bupati ya, yang memang kepesertaannya masih di bawah 80 persen,” lanjutnya.

Dia merincikan, ada dua kabupaten di NTB dengan jumlah peserta aktif masih di bawah 80 persen, yakni Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Tapi nanti tentunya kepala cabang akan berkoordinasi dengan kabupaten tersebut untuk meningkatkan keaktifannya,” beber Sofyeni.

Dia menjelaskan kurangnya keaktifan peserta JKN ini disebabkan oleh penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pemprov NTB Bidik Tiga Besar Nasional Keterbukaan Informasi Publik 2026

“Cukup banyak (dinonaktifkan). Kebetulan di Lotim cukup banyak, seratus ribuan. Tentunya kita juga memahami kondisi keuangan daerah seperti apa, ya pelan-pelan lah,” jelasnya.

Dia menuturkan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk meningkatkan jumlah keaktifan peserta.

Selain itu, sebagai upaya peningkatan perserta JKN, pihaknya juga mengajak setiap badan usaha yang memiliki CSR untuk bersinergi.

“Kita ajak untuk sinergi untuk bisa mensinergikan program CSR-nya terhadap peserta yang memang enggak mampu, dibayarkan iurannya oleh CSR,” ucapnya. (dik)

Berita Terkait

Oarfish Nongol, Gempa Menyusul? DKP NTB: Jangan Keburu Percaya Mitos
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB
Bank NTB Syariah Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Pulang dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Pantau Kebakaran Sade
Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur
Pemprov Sumsel Studi Tiru Tata Kelola Izin Pertambangan Rakyat ke NTB
KPU NTB Atensi Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Lobar
Solidaritas KR-BNN, Gubernur Bali dan NTB Hadir untuk NTT

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:10

Petugas LRT Jabodebek Gagalkan Upaya Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:20

Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:02

Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:27

Semester I-2026, Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang Catat Kinerja Positif Layanan Barang dan Penumpang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:02

Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:02

Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:02

Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:02

Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia

Berita Terbaru