KA Makassar–Parepare Jadi Andalan Wisata dan Mobilitas, Layani Lebih dari 204 Ribu Pelanggan Sepanjang Januari–Agustus 2025 - Koran Mandalika

KA Makassar–Parepare Jadi Andalan Wisata dan Mobilitas, Layani Lebih dari 204 Ribu Pelanggan Sepanjang Januari–Agustus 2025

Senin, 8 September 2025 - 07:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada layanan KA Makassar–Parepare yang dioperasikan KAI Group. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat 204.829 pelanggan telah menggunakan layanan ini. Angka tersebut meningkat 11,95% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 182.960 pelanggan.

Kenaikan ini menegaskan semakin tingginya minat masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan, baik untuk kebutuhan harian maupun perjalanan wisata.

Secara bulanan, volume tertinggi terjadi pada Mei 2025 dengan 36.545 pelanggan, disusul April 2025 dengan 34.289 pelanggan. Jika dibandingkan dengan Mei 2023 yang mencatat 34.637 pelanggan, terlihat konsistensi peningkatan dan preferensi masyarakat dalam memilih kereta api, terutama saat periode libur panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khusus bulan Agustus 2025, KA Makassar–Parepare mencatat 22.934 pelanggan, naik signifikan 21,47% dibanding Agustus 2024 yang mencapai 18.881 pelanggan. Lonjakan ini didorong oleh momentum liburan sekolah dan akhir pekan panjang, yang menjadikan kereta api semakin diminati sebagai sarana bepergian.

Baca Juga :  KCMTKU Resmi Hadir di Surabaya, Buka Cabang ke-13 di Royal Plaza

Sejak resmi beroperasi pada Oktober 2022, KA Makassar–Parepare telah menjelma menjadi primadona baru transportasi di Sulawesi Selatan. Selain menghubungkan kota dan kabupaten, layanan ini juga membuka akses lebih luas ke berbagai destinasi wisata unggulan yang ada di sepanjang jalur kereta.

Di Makassar, wisatawan dapat singgah ke Pantai Akkarena untuk menikmati panorama matahari terbenam. Saat perjalanan berlanjut ke Maros, kereta api mempermudah akses menuju Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, surga kupu-kupu dunia dengan bentang alam karst yang memukau.

Tak kalah menarik, Barru menyajikan deretan pantai indah seperti Pantai Ujung Batu dan Pantai Lalabata, destinasi favorit yang kini semakin mudah dijangkau. Sementara itu, Parepare menawarkan kekayaan wisata sejarah dan budaya, termasuk kisah hidup Presiden ke-3 RI B. J. Habibie, serta kuliner khas Bugis yang menggugah selera.

Baca Juga :  Apa Itu Jackson Hole dan Mengapa Penting bagi Pasar?

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kehadiran KA Makassar–Parepare telah membawa dampak ganda bagi masyarakat.

“Kereta api menghadirkan alternatif perjalanan yang nyaman, terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata. Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat maupun wisatawan kini dapat mengeksplorasi potensi wisata Sulawesi Selatan dengan lebih leluasa,” jelas Anne.

Dengan tren pelanggan yang terus meningkat, KAI optimistis KA Makassar–Parepare akan semakin memperkuat kontribusinya terhadap mobilitas masyarakat, geliat pariwisata, sekaligus roda perekonomian daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan prima agar kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat di Sulawesi Selatan,” tutup Anne.

Berita Terkait

Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan
Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya
Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia
Area Kelapa Gading Raih Juara 3 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli
Tanda-Tanda Anjing Perlu Dibawa ke Dokter Hewan
Area Otista Raih Juara 2 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli
Nomor 1 Dunia Kategori TV 100 Inci ke Atas, Hisense Pimpin Pasar Global TV Layar Besar pada Semester Satu 2026
Hari Danau Sedunia: Merayakan Danau Toba, Tempat Alam, Warisan, dan Masyarakat Bersatu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:26

Promosi MotoGP Mandalika Digenjot, ITDC Siapkan Strategi Bertahap

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:28

Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41

Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:22

Lapor Balik Tak Bikin Ciut, LIDIK NTB: Jangan Tutup Kasus RTLH dengan UU ITE

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:53

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:24

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:04

Mandalika Makin Berisik, The Dudas Ikut Bilang: “Ini Luar Biasa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57

Duta Lingkungan NTB Goes to School, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru