KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 - Koran Mandalika

KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 H / 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” ujar Aida.

Baca Juga :  Catatan Dahlan Iskan: Anak Desa Jadi ‘Raja’ Pengusaha

Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk.

“Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

Baca Juga :  BINUS @Medan hadirkan kampus berkelas dunia, siapkan Generasi Digitalpreneur

Aida menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau.

“Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tutup Aida.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rancang Solusi Energi Terbarukan untuk Pertamina NRE, Mahasiswa BINUS Raih Juara 1 BCC IYREF 2026
ezSign Melayani Dokumen Digital Rumah Sakit hingga Kontrak Korporasi
Student Leaders Conference 2026: Empat Bekal untuk Menjadi Student Leader yang Siap Memimpin dan Berdampak
BRI Finance Gandeng YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT
Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat
Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor
XAUUSD Berpeluang Menguat Hari Ini, Dupoin Futures Cermati Level 4.277
Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Berita Terbaru