Kapan Saatnya Beli Gadget Baru dengan Bijak? - Koran Mandalika

Kapan Saatnya Beli Gadget Baru dengan Bijak?

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di era digital seperti sekarang, gadget bukan lagi sekadar alat komunikasi. Smartphone, laptop, atau tablet sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup, sarana kerja, belajar, bahkan hiburan. Tak jarang, banyak orang tergoda untuk terus memperbarui gadget mereka setiap kali muncul seri terbaru. Namun, pertanyaannya: kapan sebenarnya waktu yang tepat dan bijak untuk membeli gadget baru?

Membeli gadget baru memang menyenangkan. Ada sensasi “fresh start”, fitur yang lebih canggih, hingga gengsi sosial ketika memegang perangkat terbaru. Tapi di balik itu, keputusan membeli gadget tidak bisa hanya berdasarkan keinginan atau rasa takut ketinggalan tren (FOMO). Dibutuhkan pertimbangan matang agar tidak terjebak dalam pemborosan atau bahkan masalah finansial.

1. Gadget lama sudah tidak berfungsi optimal

Tanda paling jelas bahwa kamu butuh gadget baru adalah ketika perangkat lama sudah tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Misalnya, smartphone sering mati mendadak, baterai cepat habis meski baru dicharge, atau aplikasi penting tidak bisa dijalankan karena sistem operasi terlalu usang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika performa gadget lama sudah menghambat aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, kuliah, atau bisnis online itu artinya investasi pada gadget baru bisa menjadi keputusan yang rasional, bukan sekadar emosional.

2. Kebutuhan kerja atau belajar menuntut upgrade

Tidak jarang, kebutuhan profesional menjadi alasan seseorang mengganti gadget. Contohnya, seorang desainer grafis yang membutuhkan laptop dengan RAM lebih besar agar software desain berjalan lancar, atau mahasiswa teknik yang butuh perangkat dengan spesifikasi tinggi untuk menjalankan program simulasi.

Baca Juga :  BRI-MI Inisiasi Pembentukan DINFRA Climate Resilience Fund: Mendorong Akselerasi Pendanaan Strategis untuk Ketahanan Iklim Indonesia

Dalam konteks ini, membeli gadget baru bukanlah gaya hidup konsumtif, melainkan sebuah kebutuhan produktif yang mendukung perkembangan karier atau pendidikan.

3. Fitur baru memberi nilai tambah nyata

Industri gadget sering memasarkan produk terbaru dengan fitur “wow” yang menggoda. Namun, tidak semua fitur itu benar-benar berguna. Bijaknya, tanyakan dulu pada diri sendiri: apakah fitur baru ini memberikan manfaat nyata dalam hidup saya?

Contohnya, kamera dengan teknologi terbaru mungkin relevan untuk seorang content creator, tapi tidak terlalu penting bagi orang yang hanya memakai smartphone untuk komunikasi sehari-hari. Jika fitur baru dapat meningkatkan efisiensi kerja atau kualitas hasil, barulah masuk akal untuk upgrade.

4. Finansial sudah siap

Inilah faktor paling penting. Membeli gadget baru sebaiknya tidak mengganggu kestabilan keuangan pribadi. Jika gaji atau pendapatan rutin sudah cukup untuk menutupi kebutuhan pokok (makan, transportasi, cicilan, tabungan darurat), barulah pertimbangkan pembelian gadget.

Hindari membeli hanya karena sedang ada promo besar-besaran jika kondisi finansial belum memungkinkan. Ingat, promo selalu ada, tapi ketenangan finansial tidak bisa ditukar dengan diskon sesaat.

5. Hindari motif “gengsi sosial”

Banyak orang membeli gadget baru karena ingin terlihat keren di depan teman, rekan kerja, atau media sosial. Padahal, gengsi sosial adalah motivasi paling rapuh dalam pengambilan keputusan finansial. Gadget terbaru mungkin membuatmu terlihat keren sesaat, tapi beban cicilan atau tabungan yang terkuras akan terasa jauh lebih lama.

Baca Juga :  PIK Avenue Berikan Inspirasi Liburan bersama Astindo Travel Fair

Cobalah bedakan antara kebutuhan fungsional dan keinginan emosional. Jika alasan utamanya hanya agar tidak merasa ketinggalan tren, mungkin belum saatnya mengganti gadget.

Membeli dengan Bijak, Termasuk Saat Meminjam

Ada kalanya membeli gadget baru memang tidak bisa ditunda, sementara kondisi finansial belum sepenuhnya siap. Misalnya, laptop rusak padahal kamu sedang dikejar deadline kerja, atau smartphone rusak padahal kamu gunakan untuk usaha online.

Dalam situasi seperti ini, meminjam bisa menjadi solusi asal dilakukan secara bijak. Hindari pinjaman hanya untuk memuaskan keinginan. Pastikan ada rencana pelunasan yang jelas, dan cicilan ringan pinjaman tidak mengganggu kebutuhan pokok bulanan.

Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah Neo Pinjam melalui neobank dari Bank Neo Commerce, Dengan bunga yang transparan, proses cepat, dan pinjaman tenor fleksibel. Dapatkan limit lebih besar sampai dengan Rp100 juta. Pinjaman tenor fleksibel hingga 24 bulan. Pengajuannya lebih mudah, cair cepat, dan tanpa biaya admin. Meski prosesnya mudah, pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan pinjaman di Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Senin, 6 April 2026 - 07:37

Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Kamis, 2 April 2026 - 18:12

Kasus Gratifikasi NTB Memanas! Tiga Terdakwa Siap Lapor ke Pejabat Tinggi di Jakarta

Berita Terbaru