Karhutla Setampol Meluas, Tambah Daftar Kebakaran TNGR Sepanjang 2026 - Koran Mandalika

Karhutla Setampol Meluas, Tambah Daftar Kebakaran TNGR Sepanjang 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Sejak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kawasan Setampol, Torean, Taman Nasional Gunung Rinjani pada 22 September 2026 lalu, total lahan yang terdampak sampai dengan saat ini sekitar seribu hektare.

Kasubag TU Balai Tanan Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Astekita Ardiaristo, mengatakan sejak awal terjadi kebakaran, titik api terus meluas yang disebabkan oleh angin kencang.

“Kena angin yang cukup besar dan juga bahan bakar dalam artian vegetasi, semak, savana, rumput, itu yang menyebabkan kebakarannya cukup luas ya. Sudah hampir seminggu ini itu sudah menyebabkan kebakaran seribuan hektare,” katanya, Senin (28/9).

Menurut informasi yang ia terima, masih terdapat titik api di lokasi. Namun, pihaknya akan memeriksa langsung terkait hal tersebut.

“Kita masih akan ke sana nanti, akan mengecek titik api yang ada di sana,” tuturnya.

Saat ini, jalur pendakian via Torean masih ditutup untuk sementara waktu. Selain itu, untuk memastikan keselamatan pengunjung, pihak TNGR juga menutup akses pendakian via Senaru lantaran api mendekati jalur tersebut.

“Hampir ke Pelawangan Senaru, di sebelah punggungan jalur Senaru api sampai sana. Hampir ke Jalur Senaru tapi kita mengutamakan keselamatan pendaki,” jelasnya.

Pihak TNGR juga belum memastikan adanya kerusakan pada infrastruktur jalur akibat kebakaran tersebut.

“Kita akan asesmen lagi. Kemarin sempat ada info kalau ada tali yang terbakar, kita akan asesmen lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pendaki Asal Brasil yang Jatuh di Rinjani Ditemukan, Cuma Kondisinya

Ia menuturkan kesulitan yang dihadapi tim pemadam ialah lokasi kebakaran dengan jalur pendakian yang cukup jauh serta medan yang terjal.

“Kalau kita jalan dari batas kawasan itu sekita 6 sampai 7 jam. Ke lokasi cukup jauh juga naik dan terjal terus masuk ke hutan,” tuturnya.

Peristiwa ini menambah jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sepanjang 2026.

“Kalau sesuai laporan tambah ini ada 4 ya. Yang pertama itu di Propok, lalu di Sembalun batas kawasan, ke tiga itu di Pelawangan Sembalun,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi pada Ketahanan Pangan, Buka Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:02

Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:02

PLUS Bunganya dari neobank Plus: Bunga Deposito WOW hingga 7,25% per Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:02

DIPRAKARSAI AGUS GUMIWANG, KEBIJAKAN GAS MURAH TOPANG INDUSTRI MESKI PASOKAN TAK PERNAH PENUH

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

BRI Branch Office Klaten Hadirkan Kemudahan Transaksi QRIS di Rindu Farm Wisata Petik Melon

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Rapat dan Penandatanganan MoU Terkait Rencana Kerjasama PTPN III dan PT RNI/PT PPI

Berita Terbaru

Teknologi

Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek

Senin, 19 Okt 2026 - 23:02