Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak Lewat Reksa Dana Sejak Dini - Koran Mandalika

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak Lewat Reksa Dana Sejak Dini

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biaya pendidikan anak sering terasa seperti target yang masih jauh. Sekolah dasar masih lama, apalagi kuliah. Tapi justru karena jaraknya panjang, persiapannya ideal dimulai lebih awal. Di tengah biaya hidup yang terus bergerak naik, pendidikan menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar yang sulit dihindari.

Banyak orang tua akhirnya sadar di tengah jalan. Saat anak mulai masuk sekolah favorit, biaya pendaftaran, uang pangkal, dan SPP datang bersamaan.

Kalau tidak disiapkan, keuangan keluarga bisa langsung terasa sesak. Di sinilah reksa dana sering dipilih sebagai alat bantu untuk menyiapkan dana pendidikan secara bertahap dan lebih terencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenapa Biaya Pendidikan Perlu Disiapkan Lebih Awal

Pendidikan bukan pengeluaran satu kali. Ia berjalan bertahun tahun dan nilainya terus naik. Kenaikan biaya sekolah sering kali melampaui inflasi umum. Buku, seragam, kegiatan tambahan, hingga biaya teknologi ikut menambah beban.

Dengan menyiapkan dana sejak anak masih kecil, kamu memberi waktu bagi uang untuk berkembang. Waktu menjadi aset penting. Semakin panjang periode persiapan, semakin ringan nominal yang perlu disisihkan setiap bulan.

Pendekatan ini juga memberi rasa tenang. Kamu tidak perlu membuat keputusan finansial besar secara mendadak saat anak memasuki jenjang baru.

Reksa Dana sebagai Alat Persiapan Pendidikan

Reksa dana bekerja dengan cara mengumpulkan dana dari banyak investor, lalu dikelola oleh manajer investasi ke berbagai instrumen. Untuk tujuan pendidikan, reksa dana sering dipilih karena fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jangka waktu.

Kamu tidak perlu modal besar di awal. Investasi bisa dimulai dari nominal kecil dan dilakukan rutin. Cocok untuk orang tua muda yang masih membagi penghasilan ke banyak kebutuhan.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Java Train Gelar Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen

Selain itu, reksa dana memberi potensi imbal hasil yang lebih baik dibanding hanya menabung, terutama untuk tujuan jangka menengah hingga panjang.

Memilih Jenis Reksa Dana Sesuai Usia Anak

Pemilihan reksa dana sebaiknya disesuaikan dengan usia anak dan waktu kebutuhan dana.

Jika anak masih balita, horizon waktu masih panjang. Pada fase ini, sebagian orang memilih reksa dana saham atau reksa dana campuran untuk mengejar potensi pertumbuhan. Fluktuasi jangka pendek biasanya masih bisa ditoleransi karena dana belum akan digunakan dalam waktu dekat.

Saat anak mulai masuk sekolah dasar atau menengah, fokus bisa mulai bergeser. Reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang sering dipertimbangkan untuk menjaga nilai dana yang sudah terkumpul.

Menentukan Target Dana Pendidikan

Langkah penting sebelum mulai berinvestasi adalah menentukan target. Kamu bisa memperkirakan biaya pendidikan berdasarkan kondisi saat ini, lalu menambahkan asumsi kenaikan per tahun.

Misalnya, biaya masuk sekolah dasar saat ini lima juta rupiah per tahun. Dengan asumsi kenaikan tertentu, kamu bisa menghitung estimasi kebutuhan saat anak benar benar masuk sekolah.

Target ini tidak harus sempurna. Yang penting memberi gambaran agar strategi investasimu lebih terarah.

Konsistensi Lebih Penting dari Nominal Besar

Banyak orang menunda investasi karena merasa nominalnya kecil. Padahal konsistensi jauh lebih berpengaruh. Menyisihkan dana rutin setiap bulan membentuk kebiasaan sehat dan disiplin finansial.

Reksa dana memungkinkan investasi berkala dengan nominal terjangkau. Saat penghasilan naik, jumlah setoran bisa disesuaikan. Saat kondisi sedang ketat, setoran bisa diperkecil tanpa harus berhenti total. Fleksibilitas ini membuat persiapan pendidikan terasa lebih manusiawi dan realistis.

Mulai Lebih Mudah dengan Reksa Dana Digital

Baca Juga :  Bank Raya Luncurkan Raya Active, Fitur Bank Digital Inovatif yang Ajak Masyarakat Aktif Bergerak untuk Capai Tabungan Impian

Di era digital, membuka dan mengelola reksa dana semakin praktis. Kamu bisa memantau perkembangan investasi, melakukan setoran rutin, dan menyesuaikan strategi langsung dari aplikasi.

Jika kamu ingin mulai menyiapkan biaya pendidikan anak dengan cara yang terencana dan fleksibel, membuka reksa dana di neobank bisa menjadi langkah awal yang sederhana.

Dengan akses mudah dan pilihan produk yang beragam, kamu bisa mulai membangun masa depan pendidikan anak sejak sekarang, setahap demi setahap.

Selain itu, reksa dana di neobank dari Bank Neo Commerce cukup mudah, cepat, dan cocok untuk pemula. Salah satu tips reksadana online untuk anak muda adalah mulai dari nominal kecil.

Kamu bisa mulai buka reksa dana pemula ini dengan praktis. Buka investasi reksa dana di neobank. Dapatkan beberapa keuntungan di antaranya:

– Investasi mulai dengan nominal kecil mulai dari Rp10.000

– Pilihan produk sesuai profil risiko

– Aman karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman

– Tersedia fitur investasi reksa dana rutin secara otomatis

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan mulai berinvestasi reksa dana sekarang.

Kunjungi link  reksa dana untuk info lengkap serta syarat dan ketentuan terbaru mengenai reksa dana.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa datang.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52