Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO - Koran Mandalika

Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seiring meningkatnya penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, semakin banyak perusahaan mulai menerapkan berbagai strategi agar brand mereka muncul dalam jawaban AI. Pendekatan seperti Generative Engine Optimization (GEO) dan Answer Engine Optimization (AEO) pun semakin dikenal sebagai cara mengoptimalkan konten untuk AI.

Namun, menurut Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq, pendekatan tersebut hanya menyentuh sebagian dari tantangan yang dihadapi perusahaan.

“Sebagian besar diskusi saat ini berfokus pada bagaimana membuat konten lebih mudah ditemukan AI. Padahal, muncul dalam jawaban AI hanyalah hasil akhir. Sebelum itu terjadi, ada proses bagaimana AI mengenali, mengevaluasi, lalu memutuskan apakah sebuah brand layak direkomendasikan,” ujar Alexandro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menjelaskan proses tersebut, Alexandro memperkenalkan Authority and Visibility Optimization (AVO) melalui paper Authority and Visibility in the AI Search Era. AVO merupakan sebuah framework yang membantu perusahaan memahami bagaimana AI membangun rekomendasi terhadap suatu brand, mulai dari tahap pengenalan, pembentukan kepercayaan, hingga kemunculan brand dalam jawaban AI.

Baca Juga :  Mudik Murah Dengan Kereta Api Cakrabuana dan Gunung Jati

Berbeda dengan pendekatan GEO dan AEO yang hanya berfokus pada optimasi konten, AVO melihat bahwa keberhasilan sebuah brand di AI bergantung pada dua aspek yang saling berkaitan, yaitu Authority dan Visibility.

Authority menggambarkan seberapa kuat sebuah brand dipahami dan dipercaya oleh AI berdasarkan berbagai sinyal yang tersedia di ruang digital. Sementara itu, Visibility mengukur bagaimana AI benar-benar menggunakan dan merekomendasikan brand tersebut ketika menjawab pertanyaan pengguna.

“Perusahaan sering hanya bertanya, ‘Apakah brand kami muncul di AI?’. Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah, ‘Apakah AI memiliki alasan untuk memilih brand kami?’ Itulah yang ingin dijelaskan melalui AVO,” kata Alexandro.

Baca Juga :  Semangat Nasionalisme Diwujudkan dengan Disiplin di Perlintasan Sebidang

Menurut Alexandro, hadirnya AI generatif menuntut perusahaan untuk mengubah cara mereka membangun kehadiran digital. Jika sebelumnya keberhasilan lebih banyak diukur dari peringkat di mesin pencari atau jumlah pengunjung website, kini perusahaan juga perlu memahami bagaimana AI membentuk persepsi terhadap sebuah brand sebelum memberikan rekomendasi kepada pengguna.

Penerapan AVO dapat didukung oleh platform AI Visibility seperti AVO AI, yang membantu perusahaan memantau perkembangan Authority dan Visibility brand, membandingkannya dengan kompetitor, serta mengevaluasi berbagai sinyal yang berperan dalam proses AI menghasilkan rekomendasi.

“AVO kami kembangkan bukan hanya sebagai teknik optimasi, tetapi sebagai kerangka kerja untuk memahami bagaimana AI mengambil keputusan. Ketika perusahaan memahami proses tersebut, mereka dapat membangun strategi yang lebih terukur dan berkelanjutan di era AI,” tutup Alexandro.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Pengukuran hingga Optimasi, Avonetiq Hadirkan AVO Lifetime Plan
BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Mengelola Aset di Usia Muda: Langkah Awal Membangun Keuangan Jangka Panjang
FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival
Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01

Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Mandalika, Indonesia Bangga!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:31

ITDC Gandeng BSI, Mandalika Perkuat Identitas Wisata Halal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:27

Ducati Berjaya di Mandalika, Marc Marquez Rebut Podium Tertinggi Sprint

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36

Tiket Mahal Justru Cepat Ludes, Troy Sebut Sinyal Ekonomi Positif

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Berita Terbaru