Posisi Long Bitcoin dan Ethereum Dominan di Pasar Global, Bittime Soroti Peluang Futures - Koran Mandalika

Posisi Long Bitcoin dan Ethereum Dominan di Pasar Global, Bittime Soroti Peluang Futures

Rabu, 2 September 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar futures global menunjukkan dominasi posisi long pada Ethereum dan Bitcoin. Bittime melihat tren ini sebagai peluang pertumbuhan futures di Indonesia, seiring meningkatnya transaksi derivatif. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengeksplorasi perdagangan futures dengan tetap mengutamakan pemahaman produk dan manajemen risiko.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melihat perkembangan pasar futures global sebagai salah satu gambaran meningkatnya perhatian terhadap perdagangan derivatif aset kripto. Perkembangan ini juga menjadi konteks bagi pertumbuhan Bittime Futures di Indonesia.

Berdasarkan data pasar global yang diamati pada 1 September 2026 pagi, sebanyak 69,74% investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 30,26% berada pada posisi short. Long/Short Ratio tercatat sebesar 2,30.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, posisi trader pada Bitcoin relatif lebih berimbang. Pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 50% akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 50% mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat 1,00.

Data tersebut menunjukkan bahwa pada saat pengamatan, kecenderungan posisi long trader global lebih kuat pada Ethereum dibandingkan Bitcoin. Ini menggambarkan trader memiliki pandangan optimis terhadap pergerakan aset Ethereum ke depan. Sedangkan untuk Bitcoin, para trader masih berada pada posisi wait and see terkait pergerakan ke depan. 

Namun, data long/short merupakan gambaran posisi pada waktu tertentu dan dapat berubah dengan cepat mengikuti dinamika pasar, sehingga tidak dapat menjadi kepastian mengenai arah harga aset ke depan. 

Bittime Lihat Peluang Futures di Tengah Pasar Dinamis

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan positioning trader global menunjukkan bahwa Bittime Futures dapat menjadi salah satu pilihan bagi trader yang ingin merespons berbagai kondisi pasar melalui posisi long maupun short.

Baca Juga :  Mid-Year Sale Boleh, Over Budget Jangan

“Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi long maupun short. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, penggunaan Bittime Futures membutuhkan pemahaman lebih mendalam dibandingkan spot, terutama mengenai margin, leverage, volatilitas, dan risiko likuidasi. Karena itu, keputusan transaksi sebaiknya didasarkan pada strategi dan pemahaman terhadap pasar, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga atau FOMO.

Sebagai bagian dari proses penggunaan Bittime Futures, pengguna perlu menyelesaikan knowledge test sebelum dapat mengakses fitur futures. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bittime membantu pengguna memahami karakteristik dan risiko produk.

Di Indonesia, aktivitas derivatif juga menunjukkan perkembangan. OJK mencatat nilai transaksi derivatif aset kripto mencapai Rp3,41 triliun pada Juli 2026, sementara transaksi aset kripto secara keseluruhan mencapai Rp20,52 triliun. Jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun. Ini menunjukkan masih besarnya peluang pertumbuhan pasar futures di Indonesia.

“Kami melihat futures memiliki ruang untuk berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan dan strategi investor di pasar aset digital. Ke depan, pertumbuhan ini perlu didukung oleh inovasi produk dan peningkatan literasi agar ekosistem futures dapat berkembang secara sehat,” ujar Ryan.

Aktivitas perdagangan juga tercermin dalam data internal Bittime Futures. Berdasarkan data Bittime dalam periode tujuh hari terakhir, terdapat sejumlah token yang menjadi Top Tokens di Bittime Futures, yaitu BTCUSDT-PERP, HYPEUSDT-PERP, dan PUMPUSDT-PERP.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi salah satu aset yang mendapat perhatian dalam aktivitas perdagangan Bittime Futures, diikuti oleh HYPE dan PUMP. Perbedaan karakteristik masing-masing aset juga memberikan pilihan yang lebih beragam bagi pengguna dalam mengeksplorasi pasar futures.

Baca Juga :  Menjawab Dinamika Pasar Otomotif 2025, BRI Finance Siapkan Strategi Captive Market

Seiring investor Indonesia mulai mengeksplorasi instrumen di luar spot, Bittime Futures menjadi bagian dari ekosistem 3-in-1 Bittime yang mencakup Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi OJK.

Bittime melihat perkembangan Bittime Futures sebagai bagian dari semakin beragamnya pilihan dalam perdagangan aset digital. Di tengah dinamika pasar, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman produk, strategi yang terukur, serta pengelolaan risiko yang sesuai dengan profil masing-masing pengguna.

Derivatif Jadi Porsi Besar Perdagangan Kripto Global

Menurut Senior trader sekaligus founder komunitas trader Theory of Whaless, Lely Marthadinata, perkembangan futures di Indonesia memiliki peluang besar seiring tingginya aktivitas derivatif di pasar global. Ia menilai futures bukan lagi sekadar produk tambahan bagi industri aset kripto, tetapi telah menjadi salah satu bagian utama dari aktivitas perdagangan global.

Hal tersebut tercermin dari data CoinMarketCap yang menunjukkan bahwa pada Juni 2026, dari sekitar US$4,74 triliun total volume perdagangan yang dipantau pada 11 bursa besar, sekitar US$4 triliun berasal dari perdagangan derivatif. Dengan demikian, sekitar 84% volume perdagangan tersebut berasal dari pasar derivatif, jauh lebih besar dibandingkan perdagangan spot.

“Secara global, derivatif sudah menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan kripto. Karena itu, perkembangan futures di Indonesia merupakan peluang penting bagi industri aset digital nasional, meski pasar lokal masih berada pada tahap awal,” ujar Lely.

Menurut Lely, peluang tersebut tetap perlu diikuti dengan penguatan kualitas pasar, terutama dari sisi likuiditas, teknologi, biaya transaksi, dan pilihan produk. Hal ini penting karena trader akan mempertimbangkan kualitas eksekusi dan kedalaman pasar ketika memilih platform untuk melakukan perdagangan futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanjung Priok Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanah Abang Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara
Hangat dan Berbudaya, BRI BO Sunter Sambut Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Rawamangun Hadirkan Kehangatan Bernuansa Budaya Nusantara
Abu Vulkanik Sampai Jakarta, Warga Tak Perlu Cemas Soal Kualitas Air PAM JAYA
Barantum CRM Hadirkan Fitur Broadcast & AI Agent untuk Channel Lainnya
Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanjung Priok Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanah Abang Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Hangat dan Berbudaya, BRI BO Sunter Sambut Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Rawamangun Hadirkan Kehangatan Bernuansa Budaya Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 09:02

Barantum CRM Hadirkan Fitur Broadcast & AI Agent untuk Channel Lainnya

Selasa, 8 September 2026 - 07:02

Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet

Senin, 7 September 2026 - 22:02

Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri

Berita Terbaru