Sebanyak 75 Sapi Terkena PMK di Lombok Tengah Sembuh - Koran Mandalika

Sebanyak 75 Sapi Terkena PMK di Lombok Tengah Sembuh

Senin, 17 Maret 2025 - 10:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Dinas Pertanian Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat di awal 2025 sebanyak 75 ternak sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah sembuh.

“Dari 76 sapi yang terjangkit PMK ini, 75 dinyatakan sembuh dan satu sapi dipotong paksa,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah M Kamrin di Lombok Tengah, Senin (17/3)

Ia mengatakan laporan dari masyarakat dan hasil pemeriksaan sebanyak 76 sapi yang terjangkit PMK, namun setelah dilakukan penanganan hampir semua sapi itu bisa terselamatkan, karena semua saat ini sudah sembuh dan hanya satu sapi yang di potong paksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang lumayan banyak yang positif PMK tapi langsung dilakukan pengobatan sehingga sembuh semua,” katanya.

“Kasus PMK ini ada siklus makanya sekarang yang sedang digencarkan adalah vaksinasi. Karena setiap bulan kita diberikan target lebih dari 1000 vaksin,” ucapnya.

Baca Juga :  Wabah PMK Kembali Merebak, Distanak Lombok Tengah Gercep Vaksinasi

Ia mengatakan bahwa penyebaran PMK ini menyasar di berbagai lokasi dan yang lebih banyak terkena PMK ini adalah sapi baru di beli. Di satu sisi distribusi sapi antar daerah ini tidak bisa dihindari, karena para pedagang bertemu di pasar.

“Potensi PMK ini memang cukup tinggi karena memang sedang siklusnya. Ibarat manusia sedang flu kadang ada musimnya,” ujarnya.

Ia mengatakan selain gencar melakukan vaksinasi, pihaknya juga melakukan eduksi kepada masyarakat terkait bagaimana kondisi kandang atau lingkungan tempat hewan ternak itu juga harus diperhatikan. Karena jika kondisi lingkungan tidak layak maka hal ini juga akan mempengaruhi kondisi kesehatan dari hewan tersebut.

Baca Juga :  Lab Dibangun, Warga Loteng Dimudahkan Periksa Kesehatan

“Tetapi PMK ini kalau cepat di obati akan sembuh karena ini sekarang dianggap menjadi penyakit biasa, tidak seperti sebelumnya yang PMK ini tersebar dimana- mana dan menjangkit banyak hewan ternak,” ungkapnya

“PMK ini ibarat kita manusia sedang flu, missal kita dari Lombok Tengah sehat tapi saat kita ke Mataram terus pulang terkena flu dan ini hal biasa,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Lombok Tengah Idham Khalid mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh dinas untuk mencegah PMK yang kian meningkat, dari dinas sudah gerak cepat melakukan vaksinasi dan ditargetkan sampai saat ini 11.825 dosis.

“Total yang sudah vaksin 7.048 dosis. Vaksin ini baru dua tahap. Tahap pertama pada Januari sebanyak 2.700 dan Februari 9000-an dosis,” katanya. (wan)

Berita Terkait

Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
Libatkan 7 Sekolah, BBPOM Mataram Gelar Bimtek Keamanan Pangan di Sekolah Batch 2
BBPOM Mataram Siap Dampingi Pengusaha Disabilitas Miliki Izin Edar
BBPOM Mataram Pastikan Keamanan Pangan Bagi Kelompok Disabilitas
Siap Naik ke Tipe B, RS Manambai Butuh Dokter Subspesialis, Pemprov Diminta Siapkan Insentif
Kasus TBC di NTB Cukup Tinggi, Ayo Pakai Masker!
Resmikan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda, Menkes Harap jadi Pusat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pernikahan Anak di Lombok Tengah Viral, Menkes: Ancaman Bagi Keturunannya

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:00

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:00

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru