Siap Naik ke Tipe B, RS Manambai Butuh Dokter Subspesialis, Pemprov Diminta Siapkan Insentif - Koran Mandalika

Siap Naik ke Tipe B, RS Manambai Butuh Dokter Subspesialis, Pemprov Diminta Siapkan Insentif

Senin, 14 Juli 2025 - 08:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Sumbawa – Rumah Sakit Haji Lalu Manambai Abdulkadir Kabupaten Sumbawa Besar bersiap naik ke tipe B. Self assesment pun sedang disusun untuk bisa ke tipe B.

Kabid Pelayanan Rumah Sakit Haji Lalu Manambai Abdulkadir, yakni Yahya Ulumuddin mengatakan pihaknya sedang menyusun self-assessment terkait dengan rumah sakit kelas B.

Beberapa instrumen yang dipakai sesuai dengan PMK 47 2021. Yahya mengaku sudah menganalisis instrumen dengan dua kriteria. Ada kriteria persyaratan mutlak dan kriteria persyaratan teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah, dari persyaratan mutlak dan teknis ini, kami sudah mendapatkan gambaran bahwa ini sudah siap untuk kelas B. Sudah siap untuk kelas B, tinggal nanti kami koordinasi dengan Dinasi Kesahatan NTB,” kata Yahya.

Dia menyebut semua rumah sakit di Pulau Sumbawa masih C, Bima C, Kota Bima D, Manggalewa D. Dompu C, KSB C, dan rumah sakit swasta lain itu masih C dan D.

“Nah, kalau sudah B artinya kita berarti siap menjadi rumah sakit rujukannya yang dari C maupun D,” ujar Yahya.

Beberapa kendala, ujar Yahya menambahkan, pihaknya sudah memberi catatan di laporan.

Baca Juga :  Resmikan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda, Menkes Harap jadi Pusat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Ada beberapa hal yang harus jadi atensi Pemerintah Provinsi NTB terkait dengan menaikkan kelas Rumah Sakit Manambai menjadi B, yaitu untuk kebutuhan SDM-nya,” jelas Yahya.

“Nah, SDM itu yang kami butuh. Ke depannya bukan lagi spesialisnya, tapi sudah subspesialis. Lebih atas atau setingkat konsultannya, minimal fellowshipnya, atau dokter spesialis yang sudah mendapatkan kompetensi tambahan,” beber Yahya.

Dia menyebut sub spesialis dasar saja dibutuhkan empat dokter. Misalnya spesial dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekologi (kebidanan dan kandungan) atau obgin.

“Minimal itu lah. Nah, sebenarnya itu sih yang harus menjadi atensi pemprov. Yang menjadi atensi pemprov itu subspesialisnya, sumber daya manusianya. Kalau yang lain, saya pikir sudah cukup gitu,” kata Yahya.

Dari sisi sarana prasarana, dibutuhkan gedung tambahan untuk melebarkan ruang perawatan.

“Kan, menampung orang Bima, menampung orang Dompu, KSB, Sumbawa itu sendiri. Belum lagi menampung orang-orang dari rumah sakit dari swasta,” jelas Yahya.

Pihaknya mengaku sudah membuat tracing-tracing yang harus menjadi atensi pemerintah provinsi itu untuk mengangkat ini (menjadi tipe B).

“Nah, itulah makanya kita perlu atensi pemprov untuk bagaimana kita punya sub-spesialis. Artinya, pemprov itu ke depannya harus menyiapkan dana yang cukup untuk membayar isentifnya. Ya, paling tidak isentifnya biar mereka (dokter subspesialis) mau ke sini,” ucap Yahya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Targetkan RS Manambai Berstatus Tipe B pada Awal 2026

Tahun ini, Rumah Sakit Manambai sudah bisa kateterisasi jantung. Untuk pasien stroke sudah mengarah ke intervensi.

“Misalnya baru serangan stroke akut sudah bisa diatasi di sini untuk penyumbatannya,” kata Yahya.

Tahun ini, pihaknya juga berencana membangun gedung TB Center. Kemungkinan, itu satu-satunya di Pulau Sumbawa untuk gedung itu.

“Kegunaanya, untuk pasien-pasien yang mengalami sakit paru misalnya. Itu sudah ter-center di situ. Sudah ada polinya di situ, sudah ada ruang tindakannya di situ. Bahkan, ICU untuk ruang respiratorinya di situ, satu gedung center,” jelas Yahya.

“Nah itulah makanya mungkin nanti menjadi atensi pemprov itu menambah gedung perawatan pasien. Karena sekarang, kan, ke depan kita nggak lagi pakai yang namanya kelas 1, kelas 2, kelas 3. Satu gedung saja,” kata Yahya menambahkan.

“Nanti kita sudah standar klasifikasi rumah sakit. Sudah satu gedung untuk memecahkan kebutuhan apabila rumah sakit yang lain mengirim pasiennya ke sini,” ungkapnya kembali menambahkan. (wan)

Berita Terkait

Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
Libatkan 7 Sekolah, BBPOM Mataram Gelar Bimtek Keamanan Pangan di Sekolah Batch 2
BBPOM Mataram Siap Dampingi Pengusaha Disabilitas Miliki Izin Edar
BBPOM Mataram Pastikan Keamanan Pangan Bagi Kelompok Disabilitas
Kasus TBC di NTB Cukup Tinggi, Ayo Pakai Masker!
Resmikan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda, Menkes Harap jadi Pusat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pernikahan Anak di Lombok Tengah Viral, Menkes: Ancaman Bagi Keturunannya
FP4 NTB Soroti Bobroknya pelayanan Puskesmas Bagu, Kadikes Bilang Begini 

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:00

Di Tengah Dinamika Pasar, Perlindungan Finansial Jadi Semakin Relevan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00

KAI Daop 2 Bandung Ganti 2.800 Meter Rel Untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Perjalanan KA

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00

AkuSign Perkuat Ekosistem Tanda Tangan Digital untuk Dukung Keamanan Transaksi Elektronik di Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:00

Manjakan Pecinta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Yoko Ishida, Ultraman, Hingga Gundam Workshop dengan Dukungan SMBC Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00

Ketika Tambang Sorowako Ikut Menyalakan Ruang Kelas

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:00

Saat Konsumen Bertanya ke AI, Apakah Brand Anda Disebut?

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:00

Dorong Gaya Hidup Sehat, Metland Gelar Run for Fun Series 2026 di Proyek-Proyek Unggulan Metland dengan Hadiah Utama Apartemen

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00

Optimalisasi Jual Beli Mesin dan Peralatan Bekas Secara Online

Berita Terbaru