Koran Mandalika, Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar acara tasyakuran di Pendopo tengah Gubernur NTB. Acara tersebut sebagai bentuk syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Bima ke-XIV Sultan Muhammad Salahudin.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal memberikan apresiasi atas dianugerahkannya gelar pahlawan tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah acara syukuran pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Salahuddin, kami dari Pemprov NTB, mengucapkan selamat yang setulus-tulusnya dengan penganugerahan ini” katanya, Minggu (16/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia melanjutkan, penetapan gelar pahlawan ini terjadi lebih cepat dari harapan. Perkiraannya, gelar pahlawan ini akan diterima pada tahun 2026.
“Saya mengira ikhtiar ini akan terealisasi tahun depan, ternyata lebih cepat dari apa yang kita pikirkan.” lanjut Iqbal.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai bentuk penghormatan sekaligus undangan kepada seluruh etnis di NTB.
“Pak Gubernur memberikan penghormatan sembari mengundang semua etnis yang ada, Sasak, Sumbawa, dan Bima. Kita mensyukuri bahwa dari Provinsi NTB ini memiliki lebih dari satu Pahlawan Nasional,” terang Umi Dinda sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, bahwa kegiatan syukuran di Pendopo Gubernur itu merupakan keinginan dari Pemprov NTB, sebelum keluarga Pahlawan Nasional kembali ke Bima. Ia juga menyoroti peran penting Pemerintah Pusat dalam melihat data-data pendukung pengusulan.
Umi Dinda berharap, dengan adanya penganugerahan ini, kisah perjuangan Sultan Muhammad Salahudin dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda NTB.
“Saya rasa dengan adanya penganugerahan ini, tentunya keberadaan dua Pahlawan Nasional kita di NTB harus diketahui dari pendidikan Dasar, Menengah, Atas, dan perguruan Tinggi seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur. Tentunya kita berharap ini menjadi inspirasi. Pada saat itu, dengan segala keterbatasan, mereka mampu berbuat lebih dan dikenang, itu yang harus terpatri di dalam sanubari masyarakat NTB,” harapnya. (dik)












