Tarif Trump Guncang Pasar Kripto Global, CEO Bittime Beri Tanggapan - Koran Mandalika

Tarif Trump Guncang Pasar Kripto Global, CEO Bittime Beri Tanggapan

Rabu, 9 April 2025 - 14:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 9 April 2025 – Ketegangan kondisi ekonomi global kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tarif impor baru terhadap mitra dagang Amerika Serikat, termasuk Indonesia.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran resesi global dan tidak hanya mengguncang pasar saham, tetapi juga memberikan tekanan terhadap pasar aset digital seperti aset kripto. Di mana, dalam kurun waktu 24 jam, harga aset Bitcoin (BTC) merosot tajam lebih dari 7% dari sekitar USD 82.300 ke kisaran USD 74.500.

Tekanan harga juga berdampak pada aset kripto lainnya seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP yang terkoreksi masing-masing 17,2%, 16%, dan 15,8%. Ali Martinez, analis kripto memberikan catatan terbentuknya pola “death cross” pada grafik harian Bitcoin yang mengindikasi potensi koreksi harga lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak dari gejolak kebijakan ekonomi global tentu turut dirasakan oleh investor aset kripto di Indonesia. Sebab, dengan kondisi tersebut, para investor cenderung untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.

Menanggapi hal ini, CEO Bittime, Ryan Lymn, menyampaikan bahwa kondisi fluktuasi yang cukup tinggi pada aset kripto yang terjadi saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pelaku industri.

Baca Juga :  FURE: Inovasi Mahasiswa Surabaya Ubah Tutup Botol Plastik Jadi Furnitur Estetik dan Ramah Lingkungan

“Dinamika pasar aset saat ini menekankan peran tiap pelaku industri, terutama pedagang aset kripto untuk bersama memberikan edukasi, sekaligus bertindak cepat dalam membangun rasa aman bagi investor,” ungkap Ryan.

Terdapat beberapa alternatif yang dapat digunakan oleh para investor dalam menghadapi volatilitas pasar global, beberapa di antaranya adalah fitur staking dan metode investasi Dollar Cost Averaging (DCA).

Lebih lanjut, Ryan menjelaskan, dengan fitur staking, para investor dapat mengunci aset pada periode waktu tertentu, dan menjaga nilai kepemilikan aset, sekaligus memperoleh keuntungan dari imbal hasil tahunan (APY) pasif.

Sedangkan, strategi DCA dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi investor pemula. Sebab, investor dapat secara rutin membeli aset dalam jumlah yang tetap, guna mengurangi dampak volatilitas pasar dan mendapatkan harga rata-rata pembelian.

Sehingga, ketika kondisi pasar membaik, portofolio yang telah terbangun dari hasil akumulasi ini dapat berpotensi memberikan keuntungan yang lebih optimal.

Baca Juga :  Perbandingan Antara Jual Mobil Bekas ke Dealer, Platform Online, atau Langsung ke Pembeli Menurut jualmobilmu.id

Di sisi lain, sebagian masyarakat dengan toleransi risiko lebih tinggi, situasi ini dipandang sebagai peluang buy on weakness, atau momen untuk membeli lebih banyak saat harga aset di bawah.

Namun, Ryan menekankan, perlu dipahami bahwa setiap metode dan alternatif investasi yang dipilih dapat berbeda-beda, mengingat toleransi risiko, juga hasil riset dari masing-masing investor.

Dengan kemajuan teknologi dan regulasi yang semakin jelas, masyarakat Indonesia kini memiliki kesempatan untuk menjelajahi dunia keuangan digital dengan lebih percaya diri. 

Sebagai catatan, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal ini, termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi investor. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui ukuran toleransi risiko dan objektif dari setiap aset dan instrumen investasi yang dipilih.

Dalam hal ini, sebagai platform crypto exchange Indonesia yang resmi, Bittime terus mengedukasi penggunanya melalui berbagai pendekatan, sebagai bentuk komitmennya untuk meningkatkan pemahaman sekaligus literasi masyarakat terkait industri aset kripto.

Berita Terkait

Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Senin, 6 April 2026 - 07:37

Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Kamis, 2 April 2026 - 18:12

Kasus Gratifikasi NTB Memanas! Tiga Terdakwa Siap Lapor ke Pejabat Tinggi di Jakarta

Berita Terbaru