Teluk Saleh Diusulkan Jadi Kawasan Konservasi Berbasis Biota, Kadislutkan: Kita Targetkan Tahun Ini Diajukan - Koran Mandalika

Teluk Saleh Diusulkan Jadi Kawasan Konservasi Berbasis Biota, Kadislutkan: Kita Targetkan Tahun Ini Diajukan

Rabu, 5 November 2025 - 16:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, ‎Mataram– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mengusulkan kawasan perairan Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa menjadi ‎Kawasan Konservasi Berbasis Biota pertama di Indonesia. Usulan tersebut telah disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dengan target penetapan pada akhir tahun 2025.


‎Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, khususnya habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) yang hidup dan bermigrasi di Teluk Saleh.

‎”Kita targetkan tahun ini diajukan ke Kementerian Kelautan untuk proses ketetapannya,” ujar Muslim saat dikonfirmasi pada Selasa, (28/10).

‎Ia menyebut, terdapat sekitar 130 ekor Hiu Paus yang kerap muncul di kawasan Teluk Saleh. Karena itu, penetapan konservasi berbasis biota diharapkan dapat menjamin keberlangsungan hidup satwa laut langka tersebut sekaligus mengembangkan potensi wisata bahari berkelanjutan.

‎”Kita maksimalkan dulu semua masukan masyarakat dan stakeholder dan tokoh kunci sekitar kawasan. Sesungguhnya ini jadi salah satu upaya kita menjaga keberlangsungan ekosistem sekaligus biotanya guna memastikan ada ruang wisata baru di sana,” jelasnya.

‎Selain fokus pada konservasi, Pemprov NTB juga menyiapkan mekanisme pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar.

‎”Artinya aspek konservasi itu menjadi hal prioritas untuk pertimbangan keberlangsungan Hiu Paus ke depan,” katanya.

‎Muslim menuturkan, BLUD yang mengelola wisata Hiu Paus di Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Sumbawa, saat ini mencatat pendapatan sekitar Rp 500 juta per tahun. Pendapatan tersebut sebagian besar digunakan untuk pengelolaan konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

‎”Target bukan cari uang pendapatan melainkan bagaimana biota laut di sana bisa bertahan. Karena kita tahu Hiu Paus ini sangat langka,” terangnya.

‎Lebih lanjut, Muslim menargetkan tiga BLUD kelautan di NTB yakni BLUD Kawasan Lombok, BLUD Kawasan Sumbawa-Sumbawa Barat, dan BLUD Kawasan Bima-Dompu dapat meningkatkan kontribusi pendapatan daerah hingga Rp 1 miliar per tahun.

‎”Kita dorong terus bisa berkembanglah. Karena kan ini butuh dukungan semua pihak,” tandasnya.

‎Usulan konservasi berbasis biota di Teluk Saleh juga mendapat dukungan dari Yayasan Konservasi Indonesia (YKI) sebagai mitra teknis Dinas Kelautan dan Perikanan NTB. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat langkah pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan populasi Hiu Paus, sekaligus menjadikan Teluk Saleh sebagai ikon wisata konservasi kelas dunia.

‎”Jadi harus ada perhatian khusus untuk kelestarian dan keberlanjutan kawanan hiu paus di Teluk Saleh ini,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Ditanya Jaksa Soal Kasus Reklamasi di Gili Gede, Kadislutkan NTB Bingung: Itu Reklamasi atau Bukan

Berita Terkait

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat
Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi
Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah
Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah
Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha
NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik
Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik
Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:00

IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Sabtu, 11 April 2026 - 13:00

Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

Sabtu, 11 April 2026 - 07:00

Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko

Jumat, 10 April 2026 - 22:00

KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

Jumat, 10 April 2026 - 19:00

SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Jumat, 10 April 2026 - 18:00

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

Jumat, 10 April 2026 - 18:00

Menjawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Siapkan Talenta Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 16:00

Erajaya Manfaatkan Solusi Salesforce untuk Hadirkan Pengalaman Pelanggan yang Personal dan Terintegrasi bagi 18 Juta Pelanggan

Berita Terbaru