Tiga Inovasi GPOS Tingkatkan Penjualan Apotek di Indonesia - Koran Mandalika

Tiga Inovasi GPOS Tingkatkan Penjualan Apotek di Indonesia

Senin, 2 Desember 2024 - 15:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GPOS, sebuah perusahaan teknologi kesehatan di Indonesia, telah meluncurkan beberapa inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian di tanah air. Inovasi ini terutama ditujukan untuk apotek di Indonesia, baik yang berukuran besar maupun kecil. Inovasi ini diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia di mana layanan GPOS tersedia. Peluncuran inovasi ini dilakukan secara bertahap, namun secara umum bertujuan untuk terus meningkatkan layanan GPOS seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Tujuan utama dari inovasi ini adalah untuk mempermudah akses masyarakat terhadap produk kesehatan, meningkatkan efisiensi operasional apotek, serta menjaga relevansi apotek di era digital yang semakin kompetitif. GPOS mencapai tujuan ini melalui beberapa cara, seperti meluncurkan kategori produk baru (Cosmetic, Beauty, and Baby), mempermudah proses pemesanan obat-obatan prekursor dengan SP Digital, serta meningkatkan kinerja sistem manajemen apotek GPOS Lite.

GPOS terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kefarmasian di Indonesia dengan menghasilkan tiga inovasi utama yang dapat mempermudah akses pada produk-produk kesehatan kategori baru; meningkatkan efisiensi; dan menjaga relevansi pasar bagi apotek dan pelaku industri farmasi.

Baca Juga :  DJI AP100 Resmi Hadir di Indonesia, Parasut Keselamatan Khusus untuk DJI Matrice 400

Inovasi pertama adalah peluncuran kategori Cosmetic, Beauty, and Baby (CBB) dalam aplikasi GPOS B2B. Kategori ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang terhadap produk kecantikan dan perawatan bayi di apotek. Melalui aplikasi GPOS B2B, apotek dapat menyediakan produk-produk terbaru yang relevan untuk menarik lebih banyak konsumen dan menjaga daya saing mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk-produk Cosmetic, Beauty, and Baby telah mengalami peningkatan permintaan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk perawatan aman, berkualitas dan mudah diakses.

Kedua, GPOS menghadirkan SP Digital (Surat Pesanan Digital) di dalam GPOS B2B dan juga Aplikasi GPOS ID. Fitur SP Digital mempermudah pemesanan obat-obatan prekursor oleh apotek ke Pedagang Besar Farmasi (PBF). Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dapat memberikan persetujuan pesanan secara digital melalui aplikasi GPOS ID. Hal ini sesuai dengan Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2021.

Baca Juga :  WSBP Raih 2 Penghargaan pada Anugerah BUMN 2025

Fitur ini mempercepat proses pemesanan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung transparansi dalam pengelolaan obat-obatan. Di sisi lain, apotek juga dapat dengan mudah melakukan pendataan histori pemesanan prekursor, pembayaran dan memantau pesanan. 

Inovasi terakhir adalah peningkatan pada sistem manajemen apotek GPOS Lite. GPOS Lite dirancang untuk membantu operasional apotek dengan fitur manajemen administrasi yang fleksibel dan terintegrasi dengan e-commerce. Kualitas server yang lebih baik membuat apotek dapat menunjang manajemen operasional apotek yang lebih akurat, efektif dan efisien sehingga dapat membantu operasional apotek yang keputusan bisnis yang lebih akurat.

Ketiga inovasi ini merupakan bagian dari komitmen GPOS mendukung transformasi digital kesehatan dan memastikan apotek di Indonesia tetap kompetitif di era digital.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52