Tiga Sekolah Rakyat Jenjang SD Direncanakan Beroperasi Awal September 2025 - Koran Mandalika

Tiga Sekolah Rakyat Jenjang SD Direncanakan Beroperasi Awal September 2025

Kamis, 9 Oktober 2025 - 02:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Sekolah Rakyat Jenjang SD Direncanakan Beroperasi Awal September 202

Koran Mandalika, Mataram – Tiga Sekolah Rakyat (SR) jenjang Sekolah Dasar (SD) akan segara beroperasi di NTB. Rencananya tiga sekolah itu akan dioperasikan mulai awal September 2025, mendatang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB, Nunung Triningsih menjelaskan tiga Sekolah Rakyat jenjang SD tersebut berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari Lombok Barat, Balai Latihan Kerja (BLK) Lenek Lombok Timur dan SMP 4 Sumbawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau yang di SKB itu 100 siswa 4 rombel (rombongan belajar), kemudian yang di Lombok Timur itu ada 4 rombel juga 100 siswa, dan yang di Sumbawa ada 3 rombel 75 orang,” kata Nunung, Rabu (27/8).

Baca Juga :  India Stack: Infrastruktur Publik Digital India untuk Pertumbuhan Inklusif dan Transformasi Global

Namun, Nunung belum memastikan ketiganya akan beroperasi secara serentak atau tidak lantaran pihaknya masih melihat perkembangan rehabilitasi gedung di masing-masing lokasi.

“Insyaallah ya, kita lihat lagi perkembangannya. Karena kan masih melihat juga perkembangan dari rehab gedung,” ungkap Nunung.

Terkait dengan kurikulum, Nunung menuturkan setiap Sekolah Rakyat masih menggunakan kurikulum seperti biasa. Tetapi, lanjut Nunung, akan ada penambahan.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp778 Juta Sepanjang 2025

“Kalau di sini (Sekolah Rakyat) kan nanti ada pembinaan karakter, kemudian juga dibekali dengan ilmu agama, dan rencananya juga yang di SMA itu kayak vokasi,” lanjutnya.

Harapannya, Sekolah Rakyat ini dapat beroperasi di seluruh kabupaten/kota di NTB. Namun, yang masih menjadi kendala saat ini adalah penyediaan lahan.

“Jadi harapan kita semua ada. Cuma memang karena kondisi kita juga tidak bisa, karena memang lahan ini minimal 5 hektar. Jadi kondisi memang kayak di kota kan susah mencari tanah yang di atas 5 hektar,” ungkap Nunung. (dik)

Berita Terkait

Kader Gelora NTB Didorong Perkuat Ideologi, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Dunia
Dokter Mamang Jabat Kadis Kesehatan Lombok Tengah
FUGUKU NYALAKAN SEMANGAT 2026: HADIRKAN INSTALASI SENI NASIONAL, KOLEKSI RAMADAN, DAN EKSPANSI MANCANEGARA
Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Lebaran 2026 dari Daop 2 Bandung Diminati Masyarakat
KAI Daop 1 Jakarta Sambut Kunjungan SMK Jayawisata1 Kenalkan Pelayanan Prima di Stasiun Gambir
Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00

KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00

Mid-Year Sale Boleh, Over Budget Jangan

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00

Apa Itu Akumulasi dalam Trading untuk Pemula

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:00

SUCOFINDO Perkuat Posisi sebagai Global Testing, Inspection, Certification Company pada TIC Summit 2026 di Brussels

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:00

Pertumbuhan F&B Jakarta Dorong Evolusi Hospitality Modern

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:00

PNBP Minerba Tembus Rp56 Triliun, Hilirisasi Smelter MIND ID Jadi Motor Penggerak

Berita Terbaru

Teknologi

Mid-Year Sale Boleh, Over Budget Jangan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00

Teknologi

Apa Itu Akumulasi dalam Trading untuk Pemula

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00