Koran Mandalika, Mataram- Situasi memanas di Wilayah Timur Tengah kini menjadi atensi Pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pasalnya, tidak sedikit warga NTB yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah tersebut.
Untuk memastikan keamanannya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan koordinasi langsung dengan sejumlah Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk dan Iran guna memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya asal NTB, tetap aman dan terpantau.
Iqbal mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral kepala daerah terhadap warganya, di mana pun mereka berada.
“Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB yang berada di luar negeri tetap dalam perlindungan negara, terlebih dalam situasi geopolitik yang berkembang seperti saat ini,” kata Iqbal, Senin (2/3).
Adapun komunikasi yang dilakukan bersama dengan KBRI di Teheran (Iran), Riyadh (Arab Saudi), Muscat (Oman), Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Manama (Bahrain), Doha (Qatar), serta Kuwait City.
Dalam pembicaraan tersebut, seluruh perwakilan RI memastikan bahwa WNI yang terdata berada dalam pemantauan intensif melalui jaringan masyarakat Indonesia di masing-masing negara.
Para duta besar juga menyampaikan bahwa rencana kontinjensi telah diaktifkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik.
“Para duta besar memastikan bahwa seluruh WNI yang terdaftar dalam kondisi terpantau. Masing-masing KBRI telah mengaktifkan rencana kontinjensi sebagai langkah mitigasi jika situasi berkembang lebih jauh,” jelas Iqbal.
Iqbal secara khusus menitipkan warga NTB kepada para Duta Besar RI agar mendapatkan perhatian dan perlindungan maksimal.
“Saya menitipkan secara khusus warga NTB kepada para Duta Besar. Keselamatan mereka adalah prioritas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat NTB yang memiliki anggota keluarga di kawasan Timur Tengah, untuk proaktif memastikan data keberadaan mereka tercatat di KBRI atau KJRI terdekat.
Apabila belum terdaftar, keluarga diminta segera menghubungi hotline resmi perwakilan RI di masing-masing negara.
“Kepada masyarakat NTB yang memiliki keluarga di kawasan tersebut, saya mengajak untuk tetap tenang. Pastikan komunikasi dengan KBRI atau KJRI terus terjaga dan ikuti arahan resmi dari perwakilan RI,” ujarnya.
Iqbal menegaskan bahwa komunikasi dan pemantauan tidak berhenti pada tahap awal ini.
Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan RI di luar negeri akan dilakukan secara berkala guna memastikan perkembangan situasi dapat direspons secara cepat dan tepat.
“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap situasi global yang berpotensi berdampak pada warga kita,” pungkasnya. (*)












