Pemprov NTB Perluas Area UMKM di Sirkuit Mandalika Jadi 15 Are untuk MotoGP 2025 - Koran Mandalika

Pemprov NTB Perluas Area UMKM di Sirkuit Mandalika Jadi 15 Are untuk MotoGP 2025

Selasa, 30 September 2025 - 19:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pemprov NTB memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam gelaran MotoGP Mandalika 2025. Tahun ini, lahan yang disediakan untuk UMKM di dalam Sirkuit Mandalika diperluas menjadi 15 are dengan total 30 stand yang akan ditempati oleh 60 UMKM binaan.

‎Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ahmad Masyhuri mengatakan perluasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah agar lebih banyak UMKM bisa berpartisipasi dalam ajang balap motor dunia tersebut. Namun, area tersebut tidak hanya untuk UMKM binaan Pemprov NTB, tetapi ditempati juga oleh UMKM binaan Pemkab Lombok Tengah.

‎”Dikasih kita lahan memang lebih luas daripada tahun lalu, tapi tetap kita bergabung sama kawan-kawan Lombok Tengah, kita bergabung sama Provinsi dan juga ada tiga pihak di dalam lokasi itu,” ujarnya pada Selasa, (30/9/2025).

‎Atas hal itu, Masyhuri menuturkan bahwa event organizer (EO) dari kedua belah pihak telah melakukan koordinasi. Ia optimistis penataan stand tahun ini akan tertata lebih baik dan tertib.

‎”Tapi EOnya Lombok Tengah dan EOnya Provinsi sudah melakukan komunikasi jadi penataannya aja yang penting, tapi kita lihat cukup baguslah,” tuturnya.

‎Lanjut Masyhuri, Pemprov NTB akan menyediakan 30 stand atau tenda yang diisi oleh 60 UMKM, sementara Pemkab Lombok Tengah juga memasang jumlah stand yang sama. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah stand UMKM lantaran banyaknya permintaan, namun jumlahnya belum terkonfirmasi.

‎”Jadi gabung, sama kuat ini Lombok Tengah 30 tenda masang kita juga 30 tenda masang, tapi kita akan nambah karena ada beberapa permintaan juga dari para pelaku UKM yang binaan dinas lain, tapi saya belum dapat konfirmasinya, baru kemungkinan,” katanya.

‎Tidak hanya menyediakan stand UMKM, Pemprov NTB juga bakal menyiapkan side event untuk memeriahkan area tersebut. Sejumlah hiburan telah disiapkan mulai dari konser musik hingga atraksi-atraksi lainnya.

‎”Untuk standnya baru 60, tapi masih bisa buat panggung, bahkan kita tidak hanya tenda UKM tapi ini ada side event kita buat sendiri, ada panggungnya ada nyanyi-nyanyi juga, ada atraksi-atraksi. Tapi itu dicreate oleh Dinas Pariwisata,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, ia merincikan bahwa dari total UMKM yang telah difasilitasi lapak jualan itu, sekitar 80 persen akan ditempati oleh UMKM bidang kuliner, sementara 20 persen sisanya akan menjual berbagai macam kriya dan kerajinan dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

‎”Stand dari Pemprov itu 30, tapi UMKMnya itu sekitar 60 karena kan satu stand itu diisi dua UMKM. 80 persen itu kita kuliner sementara 20 persen itu lainnya, jadi juga ada kriya, kemudian kerajinan-kerajinan dari daerah-daerah kabupaten/kota gitu ya,” jelasnya.

‎Masyhuri berharap perluasan area ini bisa memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM sekaligus menambah warna dalam penyelenggaraan MotoGP kali ini. Hal ini juga diperuntukkan agar produk kerajinan tangan dari Kabupaten/kota di NTB dapat dijajalkan pada event kelas internasional.

‎”Harapan kita memang ini bisa ikut masuk di Mandalika itu dengan bahagia. Jadi mereka bisa mempromosikan jualannya, bisa dapat untung dari jualannya, dengan tertib, senang UMKMnya, senang yang belanja, senang semua orang yang berpartisipasi di event MotoGP. Karena ini memang hajatannya adalah dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan MotoGP,” pungkasnya.

Baca Juga :  20 Warga Masbagik Terima Bantuan Ayam Petelur, Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Desa

Berita Terkait

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika
Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target
Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja
Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan
MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”
Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal
DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026
NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:02

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02