Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan Event Balap MotoGP yang berlangsung pada 3-5 Oktober 2025, di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB.
Wakil Gubernur NTB, Inda Dhamayanti Putri mengatakan rapat ini sebagai awal untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Hari ini menghadirkan keterwakilan dari kabupaten yang ada di Pulau Lombok, terutama sekali Lombok Tengah sebagai tempat dilaksakan MotoGP,” kata Umi Dinda, sapaan akrabnya, Senin (8/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengungkapkan koordinasi antara Pemprov NTB dan Kabupaten Lombok Tengah sudah berjalan baik. Terutama dari sisi keterlibatan masyarakat dan UMKM.
“Tentunya keterlibatan masyarakatnya lebih banyak, kemudian dukungan untuk kegiatan UMKM dan sebagainya. Terutama kesiapan masyarakat yang berada di sekitaran lokasi Mandalika,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO Mandalika Grand Prix Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria sudah memastikan kesiapan race dan non race-nya.
Dia mengatakan, pihaknya tinggal melakukan koordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan keamanan selama event berlangsung.
“Misalnya kita membuild Riders Parade di Kota Mataram tinggal memastikan titik kemanan, bantuan dari polisinya titik-titik rawannya di mana, contraflow-nya gimana. Cuman semuanya berjalan sudah sebagaimana seharusnya,” katanya.
Nantinya, pada sesi Riders Parade yang berlangsung sebelum ajang balap MotoGP, sepuluh pembalap top direncanakan akan turun menyapa masyarakat Mataram.
“Ada sepuluh pembalap topnya. Jadi, kita berharap ada Marc Marquez segala untuk turun ke Kota Mataram,” ucap Priandhi.
Terkait dengan tiket, Priandhi menjelaskan, pihaknya sudah memaksimalkan penjualan, baik di luar maupun di dalam daerah.
“Tiket sudah maksimal kita usaha, baik di Jakarta maupun di sini. Sudah ada di Mall Epicentrum, tentu pasti kita tingkatkan dengan berbagai cara lainnya,” jelasnya.
Ia melanjutkan, tiket yang disiapkan sebanyak 121 ribu dan saat ini jumlah tiket yang terjual baru mencapai 20-30 persen.
“Biasanya di detik-detik terakhir baru meningkat (penjualan),” imbuhnya. (dik)












