Punya 3 Tantangan Utama, Local Champion Indonesia Beri Tips Agar UMKM Naik Kelas dan Go Global" - Koran Mandalika

Punya 3 Tantangan Utama, Local Champion Indonesia Beri Tips Agar UMKM Naik Kelas dan Go Global”

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Local Champion Indonesia Hadir dengan Misi Menjadikan UMKM Naik Kelas dan Go Global

Jakarta, 26 Agustus 2025 – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional (sumber: Kementerian Koperasi dan UKM, 2024). Meski demikian, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala besar untuk naik kelas dan menembus pasar ekspor. Hambatan seperti keterbatasan akses informasi, regulasi ekspor, hingga kemampuan branding produk menjadi tantangan nyata bagi pelaku UMKM.

Menjawab tantangan tersebut, Local Champion Indonesia (LCI) Melalui program pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses pasar internasional, Local Champion Indonesia berkomitmen memberikan solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai permasalahan UMKM, terutama dalam ranah ekspor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bagian dari komitmen mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global, LCI bersama PLN menggelar rangkaian pelatihan daring yang menghadirkan para praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang ekspor. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis sekaligus keterampilan teknis yang dapat langsung diaplikasikan oleh UMKM binaan dalam proses pengembangan usaha menuju pasar internasional. Dalam program ini, tercatat sebanyak 88 UMKM binaan Rumah BUMN ikut berpartisipasi aktif, menjadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas UMKM menuju level kompetensi global.

Dalam sesi pertama, Dewi Harlas, Founder UKM Eksportir Indonesia, membagikan wawasan mengenai Kewirausahaan Ekspor. Ia menekankan bahwa salah satu hambatan utama UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global bukan hanya soal kualitas produk, melainkan juga kurangnya pemahaman tentang standar ekspor, regulasi, hingga strategi membangun jejaring internasional.

Dewi menjelaskan, banyak UMKM yang sudah memiliki produk unggulan dengan potensi besar, namun terkendala pada aspek teknis seperti pengurusan dokumen, perhitungan harga ekspor, hingga ketidaksiapan menghadapi permintaan dalam skala besar. “Permasalahan ekspor yang sering terjadi bukan karena produk kita kalah saing, melainkan karena pelaku UMKM belum sepenuhnya memahami tata cara dan strategi masuk ke pasar global,” ujar Dewi.

Baca Juga :  KAI Bandara Layani 2,9 Juta Penumpang hingga Mei 2026, Tumbuh 1,78 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

Lebih jauh, Dewi juga berbagi kisah perjalanannya membangun usaha dari tahap awal hingga akhirnya berhasil menembus pasar internasional. Ia menceritakan bagaimana konsistensi, keberanian untuk belajar, dan kemampuan membangun relasi bisnis menjadi kunci keberhasilan ekspor. Pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa dengan strategi yang tepat, UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di kancah global.

Sesi kedua diisi oleh Tuhu Eko, Co-Founder UKM Eksportir Indonesia, yang membawakan materi teknis mengenai Tips Menghitung Harga Produk Ekspor pada Unit Kompetensi 2. Materi ini menjadi sangat penting agar UMKM dapat menentukan harga jual produk yang kompetitif sekaligus menguntungkan, dengan mempertimbangkan faktor biaya produksi, logistik, hingga standar pasar internasional.Sesi kedua menghadirkan Tuhu Eko, Co-Founder UKM Eksportir Indonesia, yang membawakan materi teknis mengenai Tips Menghitung Harga Produk Ekspor pada Unit Kompetensi 2. Menurut Tuhu, salah satu persoalan mendasar yang sering dihadapi UMKM ketika mencoba masuk ke pasar global adalah ketidakmampuan menentukan harga produk yang tepat.

Banyak pelaku usaha hanya menambahkan margin sederhana di atas biaya produksi tanpa memperhitungkan faktor lain seperti biaya logistik, bea masuk, pajak, hingga standar kualitas yang berlaku di negara tujuan. Hal ini membuat harga produk ekspor dari UMKM Indonesia kerap tidak kompetitif, bahkan berisiko merugikan usaha itu sendiri.

“Kesalahan paling umum adalah UMKM terlalu fokus pada biaya produksi lokal, tanpa memperhitungkan variabel internasional. Akibatnya, produk kita bisa terlalu mahal dibanding pesaing, atau sebaliknya terlalu murah sehingga merugikan,” jelas Tuhu. Dalam materinya, Tuhu memberikan simulasi perhitungan harga produk ekspor dengan mempertimbangkan semua komponen biaya, termasuk ongkos kirim internasional dan penyesuaian standar kualitas. Dengan metode yang tepat, UMKM tidak hanya mampu menentukan harga yang menguntungkan, tetapi juga memastikan produk mereka tetap kompetitif di pasar global.

Baca Juga :  BRI Region 6/Jakarta 1 Buka Kantor Kas Baru di Landmark Pluit untuk Tingkatkan Pelayanan

Sesi ketiga ditutup oleh Samsi, S.E., seorang pendamping UMKM yang membawakan materi mengenai Pendampingan Rencana UMKM dan Pembuatan Laporan Penilaian Hasil Pendampingan pada Unit Kompetensi 2. Dalam paparannya, Samsi menekankan bahwa salah satu tantangan besar UMKM dalam proses ekspor adalah minimnya perencanaan usaha yang matang serta kurangnya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja bisnis.

Banyak pelaku UMKM berfokus pada produksi dan penjualan jangka pendek, namun belum memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Akibatnya, saat peluang ekspor datang, UMKM kerap tidak siap secara administrasi maupun strategi bisnis.

“Perencanaan yang terukur sangat penting agar UMKM tidak hanya siap menjual produk, tetapi juga mampu menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas ketika berhadapan dengan pasar global,” ujar Samsi. Ia juga menekankan pentingnya membuat laporan penilaian hasil pendampingan sebagai instrumen untuk mengukur progres, mengidentifikasi kelemahan, dan merumuskan langkah strategis ke depan.

Melalui materi ini, para peserta dilatih untuk menyusun rencana usaha yang realistis namun ambisius, serta memahami bagaimana laporan penilaian bisa menjadi alat navigasi penting bagi UMKM untuk naik kelas. Dengan pendekatan pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan UMKM binaan dapat lebih siap menghadapi tantangan ekspor sekaligus memanfaatkan peluang global secara maksimal.

“Melalui kolaborasi ini, Local Champion Indonesia bersama PLN berharap dapat memberikan bekal pengetahuan yang aplikatif bagi UMKM binaan, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan ekspor. Dengan pendekatan praktis dan bimbingan dari para ahli, pelatihan ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak UMKM yang berdaya saing dan siap membawa produk lokal Indonesia ke pasar global.” Tutup Dhika Yudistira CEO/Founder Local Champion Indonesia.

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru