Koran Mandalika, Lombok Barat- Pemuda Sasak Bersatu menyampaikan sikap resmi terkait maraknya serangan tidak substansial dari oknum pemuda yang mengatasnamakan aktivis Bima dan secara terus-menerus menyerang Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).
Koordinator Pemuda Sasak Bersatu Lombok Barat, Dhani Kurniawan mengatakan serangan tersebut tidak menunjukkan etika intelektual dan lebih mencerminkan kepentingan pribadi serta ketidakdewasaan politik.
“Padahal, sejarah mencatat bahwa saudara-saudara kita dari Bima telah lebih dari 20 tahun tidak berada di kepemimpinan Provinsi NTB sejak masa Bapak Harun Al-Rasyid,” katanya, Rabu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, lanjut dia, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024, putera Sasak justru memberikan kehormatan dengan mengajak figur terbaik dari Bima sebagai Wakil Gubernur.
“Ini adalah komitmen nyata bahwa Sasak selalu membuka ruang kebersamaan dalam kepemimpinan NTB,” lanjut dia.
Selain itu, kata Dhani, perhatian Gubernur terhadap Bima sangat konkret dan tidak dapat dipungkiri:
1. Saat bencana melanda Wera, Pemprov NTB memberi bantuan lebih besar daripada Pemkab setempat.
2. Peningkatan tipe Rumah Sakit Kota Bima diperjuangkan demi layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Bima.
3. Gubernur secara pribadi memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Bima, bentuk penghormatan mendalam terhadap sejarah Tana Mbojo.
Ia menuturkan, dengan fakta tersebut, timbul pertanyaan sederhana, apakah sulit memberi penghargaan kepada putera Sasak yang telah begitu peduli terhadap masyarakat Bima?
Dia menegaskan bahwa Pemuda Sasak Bersatu tidak anti kritik, tetapi menolak fitnah, penghinaan, dan serangan brutal yang berupaya merusak reputasi Gubernur dan harmoni antar wilayah di NTB.
“Kritik yang baik harus berbasis data, etika, dan adab,” tegasnya.
Ia mengajak para tokoh Bima untuk menuntun generasi mudanya agar tidak menjadi sumber kegaduhan yang dapat merusak persaudaraan antara Sasak, Samawa, dan Mbojo.
“NTB ini milik kita bersama, dan keharmonisan harus dijaga,” ujarnya.
Namun, kata Dhani, apabila pola serangan tidak beradab ini tetap dilanjutkan, Pemuda Sasak Bersatu tidak akan tinggal diam.
“Kami siap menegakkan nilai kehormatan, adab, dan ketegasan Sasak, dengan cara yang tetap bermartabat dan terhormat,” tandasnya. (*)






