KAI Daop 7 Madiun Bergerak Cepat Perbaiki dan Lengkapi Baut Penambat yang Dicuri, Keselamatan Perjalanan KA Jadi Prioritas Utama - Koran Mandalika

KAI Daop 7 Madiun Bergerak Cepat Perbaiki dan Lengkapi Baut Penambat yang Dicuri, Keselamatan Perjalanan KA Jadi Prioritas Utama

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bergerak cepat melakukan perbaikan dan melengkapi kembali baut-baut penambat rel yang dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga.

Pencurian baut penambat rel diketahui terjadi di KM 127 + 358 petak jalan Blitar–Rejotangan pada Rabu (7/1). Petugas menemukan sejumlah baut penambat hilang, yang berpotensi mengganggu stabilitas jalur rel dan membahayakan perjalanan kereta api.

Menindaklanjuti temuan tersebut, KAI Daop 7 Madiun langsung menerjunkan petugas prasarana ke lokasi untuk mengamankan jalur, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta mengganti dan melengkapi kembali baut penambat yang hilang. Seluruh proses dilakukan sesuai standar keselamatan perkeretaapian sehingga jalur dinyatakan aman dan tetap laik operasi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pencurian komponen rel merupakan tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan publik.

“Baut penambat rel adalah komponen vital. Kehilangannya dapat berdampak serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api. KAI Daop 7 Madiun bergerak cepat melakukan perbaikan agar operasional KA tetap aman,” ujar Tohari.

Selain perbaikan, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan patroli pengamanan jalur rel dan berkoordinasi dengan aparat setempat guna mencegah kejadian serupa terulang. KAI juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan prasarana perkeretaapian serta segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.

Baca Juga :  Pasar Konstruksi Tembus Rp 5.200 Triliun, Sistem Pintu Jadi Kunci Efisiensi Proyek

KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif melaporkan adanya dugaan pelaku pencurian baut penambat rel. Informasi cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan awal serta pengamanan prasarana perkeretaapian.

“Partisipasi masyarakat sangat kami apresiasi. Laporan yang disampaikan menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Sinergi antara KAI dan masyarakat seperti ini sangat penting untuk mencegah gangguan keamanan prasarana ke depan,” lanjut Tohari.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Tentang KAI Daop 7 Madiun

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi
Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya
Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Berita Terbaru