Koran Mandalika, Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengimbau kepada masyarakat beragama Hindu, untuk tidak menggunakan minuman keras (miras) di tempat publik pada saat Pawai Ogoh-ogoh.
Hal itu disampaikan pada saat rapat bersama Forkopimda di Kantor Gubernur NTB.
”Tahun lalu saya sengaja turun ke lokasi tempat pelepasan. Sepanjang jalan itu aroma miras tercium,” kata Iqbal, Senin (16/3).
Iqbal menjelaskan imbauan tersebut untuk memastikan keamanan saat pawai berlangsung.
”Untuk alasan keamanan. Untuk itu mohon bantuan juga dari teman-teman umat hindu, dari pecalang untuk memastikan tidak ada penggunaan miras di tempat publik,” jelasnya.
Terlebih, kata Iqbal, untuk menghindari asumsi miring di masyarakat, penggunaan miras sebaiknya di tempat-tempat tertutup.
”Yang tempat-tempat umum jangan sampai terekspos. Apalagi ini bulan puasa, nanti digoreng oleh orang-orang yang ndak bisa lihat kita tenang,” tambahnya.
Selain itu, pada rapat tersebut, Iqbal juga menekankan penerapan toleransi antara umat beragama.
Misalnya, pada pawai ogoh-ogoh berlangsung nanti, penggunaan musik harus segera dihentikan pada waktu azan.
”Tambahan sejumlah kesepakatan tadi mohon di catat. Pada saat azan, musik berhenti,” ujar Iqbal.
Begitupun pada saat pawai takbiran, Iqbal menegaskan, penggunaan pengeras suara harus dihentikan saat melewati rumah-rumah warga beragama Hindu yang tengah menjalankan Hari Raya Nyepi.
”Begitu juga takbiran. Pada saat melalui kampung bali nanti juga menghentikan penggunaan sound system,” tegasnya. (dik)






