Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025 - Koran Mandalika

Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025

Senin, 6 April 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LRT Jabodebek mencatat peningkatan 138% pengguna selama libur panjang 3-5 April 2026, dengan 270.696 pengguna, dan Stasiun Dukuh Atas sebagai titik keberangkatan dan tujuan utama.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur panjang akhir pekan pada 3–5 April 2026. Total pengguna selama tiga hari tersebut mencapai 270.696 pengguna, meningkat tajam dibandingkan periode libur panjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 113.606 pengguna.

Secara persentase, terjadi kenaikan sebesar ±138,2%, menunjukkan semakin kuatnya peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan masyarakat perkotaan dalam mengisi periode libur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika dirinci per hari, jumlah pengguna pada periode tersebut adalah:

Baca Juga :  Kas Bersih WSBP Positif, Penerimaan Pelanggan Tumbuh 19,62% Sepanjang Tahun 2024

• 3 April 2026: 90.078 pengguna

• 4 April 2026: 95.152 pengguna

• 5 April 2026: 85.466 pengguna

Puncak tertinggi terjadi pada 4 April 2026, mengindikasikan mobilitas masyarakat berada pada fase optimal di tengah periode libur.

Dari sisi stasiun, akumulasi tiga hari menunjukkan bahwa tiga stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah:

• Stasiun Dukuh Atas: 46.408 pengguna

• Stasiun Harjamukti: 34.649 pengguna

• Stasiun Cikoko: 27.418 pengguna

Sebagai pembanding, pada periode 18–20 April 2025, tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi tercatat:

• Dukuh Atas BNI: 39.922 pengguna

• Harjamukti: 28.725 pengguna

• Cikoko: 21.982 pengguna

Perbandingan ini menunjukkan bahwa seluruh stasiun utama mengalami peningkatan volume pengguna yang konsisten, dengan Dukuh Atas tetap menjadi simpul mobilitas tertinggi, sekaligus memperkuat fungsi integrasi antarmoda di pusat kota.

Baca Juga :  Kriptopedia: Media Digital Baru yang Mengupas Dunia Kripto dan Blockchain untuk Indonesia

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa tren ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi publik.

“Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dipercaya sebagai solusi mobilitas yang efisien, terutama saat periode libur panjang. Integrasi antarmoda, waktu tempuh yang pasti, serta kenyamanan layanan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik,” ujar Radhitya.

Ke depan, LRT Jabodebek akan terus mengoptimalkan layanan, baik dari sisi operasional maupun konektivitas, guna mengantisipasi pertumbuhan pengguna yang diproyeksikan akan terus meningkat, terutama pada periode-periode dengan mobilitas tinggi seperti libur panjang dan hari besar nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru