Koran Mandalika, Lombok Tengah – Beredarnya video di media sosial yang menyebut dapur MBG beroperasi tanpa gedung dan dalam kondisi tidak layak mendapat klarifikasi dari Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling, yakni Hairudin.
Hairudin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Menurut Hairudin, dapur MBG tetap memiliki lokasi operasional yang jelas. Adapun aktivitas yang terlihat dalam video bukanlah kegiatan dapur, melainkan proses pencucian ompreng (wadah makanan) yang memang dilakukan di tempat terpisah sementara waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lokasi di foto atau video itu bukan tempat operasional dapur MBG. Itu hanya tempat laundri ompreng. Setelah dicuci bersih, ompreng dibawa kembali ke dapur,” kata Hairudin.
Kendaraan yang terlihat parkir di pinggir jalan, kata dia, merupakan mobil operasional yang menunggu proses pencucian selesai.
Hairudin juga mengungkapkan bahwa lokasi awal dapur MBG berada di Lingkungan Eyat Surak, Kelurahan Jontak. Namun, lokasi tersebut memiliki kendala pada fasilitas instalasi pembuangan air limbah (IPAL) yang tidak memadai.
Dapur baru saat ini masih dalam tahap pembangunan. Sambil menunggu proses renovasi selesai, pencucian ompreng dilakukan di lokasi lain, kawasan Jempong, Desa Mertak Tombok.
“Kami sudah sempat disurati terkait IPAL dan kami memahami hal itu. Karena itu, kami mengajukan surat pindah lokasi,” jelas Hairudin.
Sebagai tindak lanjut, pihak yayasan kemudian menyewa lokasi baru di Lingkungan Tiwu Buak yang masih berada di Kelurahan Jontak. Di tempat tersebut, pembangunan dapur baru terus dilakukan secara bertahap.
“Sekarang kami bangun dapur yang lebih representatif. Luasnya sekitar 10 are dengan fasilitas IPAL yang lebih baik, area parkir yang tertata, dan perlengkapan dapur yang sedang dilengkapi. Pipa-pipa juga sudah datang,” katanya.
Dia menambahkan, proses pemindahan ini telah dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk BGN, yang menyatakan bahwa relokasi diperbolehkan karena kondisi dapur sebelumnya memang tidak memenuhi standar.
“Kami sudah bersurat ke BGN terkait pemindahan lokasi dapur,” ucap Hairudin.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak salah memahami informasi yang beredar.
Pihak yayasan memastikan bahwa operasional dapur MBG tetap berjalan sesuai prosedur, dengan komitmen meningkatkan fasilitas agar lebih layak dan memenuhi standar yang ditetapkan. (wan)






