Akses Pasar Rusak Parah, Warga Tambal Jalan Sendiri: Pemerintah Dinilai Abai - Koran Mandalika

Akses Pasar Rusak Parah, Warga Tambal Jalan Sendiri: Pemerintah Dinilai Abai

Rabu, 8 April 2026 - 14:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Kondisi ruas jalan di Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, kian memprihatinkan. Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses menuju Pasar Renteng yang setiap hari dilalui warga dan para pedagang.

Alih-alih mendapat perhatian serius, jalan itu justru dibiarkan berlubang dan kerap digenangi air. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Keluhan demi keluhan dari warga pun seakan tidak mendapat respons nyata.

Seorang warga yang juga karyawan pedagang di sekitar lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menyebut kecelakaan kerap terjadi akibat lubang yang tertutup genangan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah berapa kali orang jatuh di lubang itu. Kami jelas sangat terganggu,” ujarnya.

Lebih miris lagi, perbaikan justru dilakukan secara swadaya oleh warga. Bahkan, seorang pemilik usaha di sekitar lokasi sampai harus merogoh kocek pribadi untuk menambal jalan menggunakan campuran batu dan semen.

Baca Juga :  Pol PP Lombok Tengah Tancap Gas, Berantas Rokok Ilegal

“Makanya ditambal sama bos saya. Padahal itu bukan kewajiban dia,” katanya.

Penambalan tersebut pun bukan sekali dua kali dilakukan. Namun karena tidak ditangani secara menyeluruh, kerusakan terus berulang.

“Sudah dua kali ditambal, ini yang ketiga kalinya. Tapi tetap saja rusak lagi,” lanjutnya.

Saat hujan turun, lubang-lubang di tengah jalan berubah menjadi “jebakan” bagi pengendara, terutama sepeda motor. Genangan air yang tidak merata membuat lubang sulit terlihat, sehingga risiko kecelakaan meningkat, khususnya pada malam hari.

“Kalau banjir kan biasanya air menyebar. Ini tidak, airnya cuma di tengah, tepat di lubang,” jelasnya.

Yang lebih disorot warga adalah minimnya kehadiran pemerintah dalam meninjau langsung kondisi tersebut. Jalan yang menjadi akses ekonomi masyarakat justru terkesan diabaikan, hingga warga harus turun tangan sendiri.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah, Lalu Rahadian, mengakui bahwa ruas jalan tersebut merupakan bagian dari jalan kabupaten yang belum mantap, dengan total panjang mencapai sekitar 180 kilometer.

Baca Juga :  Jalan Dekat Rumah Bupati Lombok Tengah dan Dewan Rusak Parah, Lihat Tuh!

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Untuk menuntaskan perbaikan seluruh jalan yang belum mantap, dibutuhkan dana sekitar Rp600 miliar.

“Ini sedang diikhtiarkan pemerintah di tengah kondisi anggaran yang sulit tahun ini,” ujarnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai belum menjawab kegelisahan warga yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan di jalan rusak. Dalih keterbatasan anggaran seolah menjadi alasan klasik, sementara risiko kecelakaan terus mengintai.

Rahadian juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif warga yang melakukan penambalan secara mandiri.

“Terima kasih atas inisiatif ini, karena Lombok Tengah milik kita bersama,” katanya.

Namun bagi warga, ucapan terima kasih saja tidak cukup. Mereka membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar apresiasi. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi seharusnya menjadi prioritas, bukan dibiarkan hingga warga harus mengambil alih peran pemerintah.

Kini, pertanyaannya sederhana, sampai kapan warga harus menambal sendiri jalan rusak yang jelas-jelas menjadi tanggung jawab pemerintah. (dik)

Berita Terkait

Gawe Adat Inan Dowe II: Momen Anyaman Bambu Desa Loyok Kembali Mendunia
11 Sekolah, Satu Arena, Seribu Mimpi: Samara School Olympic Kembali Menggebrak
MIM Foundation Siap Danai Pembangunan Masjid Kampung Adat Sade
Promosi MotoGP Mandalika Digenjot, ITDC Siapkan Strategi Bertahap
Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade
Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu
Lapor Balik Tak Bikin Ciut, LIDIK NTB: Jangan Tutup Kasus RTLH dengan UU ITE
ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026: Dorong Eksekusi Proyek Strategis dan Percepatan Investasi Energi

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Fundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:02

iFLYTEK Mempercepat Ekspansi AI Tiongkok di Asia Tenggara melalui Partisipasi Ketiga Berturut-turut di Techsauce

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:02

Dari Cek Laboratorium hingga Layanan Klinik, Kebutuhan Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan Terus Berkembang

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Berada di Sekitar Area Operasional KA

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:02

Scam Makin Marak, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu

Berita Terbaru