Kemiskinan di NTB Turun Drastis dalam Setahun Terakhir - Koran Mandalika

Kemiskinan di NTB Turun Drastis dalam Setahun Terakhir

Kamis, 16 April 2026 - 16:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyebut kemiskinan di NTB mengalami penurunan tertinggi dalam satu tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal itu disampaikan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026.

Iqbal mengatakan NTB berada pada posisi 12 provinsi termiskin namun masuk ke dalam 10 provinsi dengan penurunan kemiskinan tertinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meskipun kita ini 12 provinsi termiskin, tapi kita ini 10 provinsi dengan penurunan kemiskinan tertinggi dalam setahun terkhir,” kata Iqbal, Kamis (16/4).

Iqbal menjelaskan selama tahun 2024 hingga 2025, kemiskinan menurun sebanyak 1,53 persen.

Baca Juga :  6 Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB Dilantik, Nama Kakak Gubernur Tak Masuk

Berbeda dangan tahun sebelumnya, seperti tahun 2014 hingga 2018 kemiskinan di NTB menurun sebanyak 2,3 persen dan pada tahun 2018 hingga 2022 sebanyak 1,17 persen.

“Kemudian 2023-2024 kita mengalami penurunan sebesar 0 koma. Tapi alhamdulillah 2024-2025 kita mengalami penurunan 1,53. Artinya inilah penurunan jumlah kemiskinan dalam 1 tahun tertinggi di dalam 20 tahun terakhir ini,” jelas Iqbal.

Selanjutnya, nilai tukar petani di NTB mengalami kenaikan dari 123 menjadi 134. Sehingga, ada korelasi yang positif antara kenaikan nilai tukar petani dengan penurunan angka kemiskinan.

“Artinya, program ketahanan pangan ini menjadi salah satu Sirotol Mustaqim,” kata Iqbal.

Iqbal menuturkan, pembangunan harus dimulia dari desa. Sehingga, pemerintah provinsi memberikan perhatian besar terhadap pembangunan desa.

Baca Juga :  Pemprov NTB Soroti Banjir di Bima dan Dompu, Gubernur: Sudah Kita Siapkan Semua Bantuan

Iqbal memberikan gambaran bagaimana perhatian pemerintah terfokus ke desa. Pada tahun 2025, lanjut Iqbal, ditengah kondisi fiskal yang sulit Pemprov NTB mengalokasikan dana sebesar Rp 472 miliar untuk desa.

“Hanya dari eksekutif. Bukan termasuk pokok pikiran yang dari DPRD dan jumlahnya juga lebih dari 200 M,” tutur Iqbal.

Selain itu, pemprov juga mengalokasikan sebanyak Rp 51 miliar untuk optimalisasi lahan di desa.

“Inilah kemudian yang berdampak pada peningkatan produktifitas di jagung maupun di padi. Dan ini juga berkontribusi meningkatkan nilai tukar petani,” ucap Iqbal. (dik)

Berita Terkait

Refleksi atas Instruksi Ketua Umum dan Kegelisahan Lapangan tentang Ketahanan Pangan
Pengiriman Ternak 2026 Lebih Tertata, NTB Klaim Sistem Makin Membaik
Sekolah Rakyat di NTB Jadi Harapan Baru Anak Rentan, Fasilitas Lengkap dan Aman
Wamendikdasmen Tegas: Iuran Sekolah Boleh, Tapi Pungli Haram
Pemrpov NTB Gelontorkan Dana Rp 128 Miliar untuk Program Desa Berdaya Tahun Ini
Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual
Pemprov NTB Ajak Masyarakat Beri Dukungan kepada Sekda Baru
Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:00

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi

Kamis, 16 April 2026 - 22:00

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber

Kamis, 16 April 2026 - 20:00

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 19:00

Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Kamis, 16 April 2026 - 17:00

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Berita Terbaru