“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…” - Koran Mandalika

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 April 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, artinya besar sekali.

Tidak semua anak bangun pagi dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ada yang harus dibujuk, ada yang merasa cemas, bahkan ada yang merasa tidak nyaman. Bagi mereka, sekolah hanya sekadar tempat belajar—bukan tempat yang terasa menyenangkan.

Sekarang bayangkan kalau seorang anak berkata dengan tulus:
“Aku nggak sabar ketemu teman-teman lagi di sekolah.”
“Aku mau cerita ke guruku hari ini.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di situlah perbedaannya mulai terasa.

Sekolah bisa menjadi tempat di mana anak merasa dilihat dan dihargai. Karena pada dasarnya, setiap anak ingin diperhatikan, didengarkan, dan dipahami – bukan hanya sebagai “siswa”, tapi sebagai individu dengan cerita, emosi, dan keunikan masing-masing.

Di lingkungan yang hangat, guru tidak hanya mengajar dari depan kelas. Mereka hadir – duduk bersama, mendengarkan, tertawa, dan benar-benar mengenal muridnya. Mereka tahu kapan anak butuh dorongan, dan kapan hanya butuh ditemani.

Baca Juga :  KAI Dukung Ekspresi Literasi Pelajar Bandung di Expo Buku SMP YWKA

Saat anak merasa diterima, mereka jadi lebih terbuka. Mereka berani mencoba hal baru. Mereka tidak takut gagal dan lebih cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Lebih dari Sekadar Sekolah

Ada sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang unggul secara akademik.

Tapi ada hal yang tidak bisa diukur dengan angka:

Perasaan seperti “pulang” saat melewati gerbang sekolah. Disambut dengan senyuman. Dipanggil dengan namanya.Dan merasa, “Aku memang bagian dari tempat ini.”

Lingkungan seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas yang saling peduli.

Kenangan yang Akan Mereka Bawa Selamanya

Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa rumus atau ujian yang pernah mereka hadapi.

Tapi mereka tidak akan lupa:

  > Siapa yang membuat mereka percaya diri

Baca Juga :  Antusiasme Tinggi, Penjualan Tiket KA Rajabasa dan Kualastabas Tembus 9.957 Selama Libur Panjang Isra Mikraj

  > Siapa yang selalu ada saat mereka kesulitan

  > Dan bagaimana rasanya berada di tempat yang menerima mereka apa adanya

Sekolah yang terasa “homey” meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam dari sekadar akademik. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Saat Sekolah Menjadi Tempat yang Nyaman

Ini bukan sekadar harapan. Semakin banyak sekolah yang menyadari bahwa kenyamanan emosional adalah fondasi penting dalam proses belajar.

Salah satunya adalah New Zealand School Jakarta.

Dengan pendekatan yang hangat, komunitas yang erat, dan hubungan dekat antara guru, orang tua, dan murid, sekolah ini menghadirkan suasana di mana anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga merasa diterima.

Dan mungkin, tanpa disadari, momen paling berarti bagi orang tua adalah ketika anak mereka berkata:

“Aku tidak sabar untuk pergi ke sekolah besok…”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

Sabtu, 7 November 2026 - 10:02

DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Sabtu, 7 November 2026 - 09:02

Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar

Sabtu, 7 November 2026 - 06:02

Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

BRI Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial melalui Jalan Sehat dan Berbagi Sembako

Berita Terbaru