Sekolah Jadi Perjuangan: Tastura Mengajar Soroti Akses Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah - Koran Mandalika

Sekolah Jadi Perjuangan: Tastura Mengajar Soroti Akses Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei menjadi momentum untuk merefleksikan kondisi pendidikan di Indonesia.

Di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tantangan besar masih membayangi, terutama terkait akses dan fasilitas pendidikan di wilayah pelosok.

Tastura Mengajar, komunitas yang telah 8 tahun konsisten mengawal isu pendidikan di Lombok Tengah, mencatat bahwa infrastruktur dan sarana sekolah dasar (SD) masih menjadi persoalan klasik yang belum kunjung teratasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tastura Mengajar, Lalu Gitan Prahana menyampaikan dua poin utama yang menjadi catatan kritis pada Hardiknas tahun 2026 ini.

Pertama adalah akses jalan yang memprihatinkan. Ia menyoroti sulitnya akses mobilitas siswa menuju sekolah di wilayah-wilayah terpencil. Salah satu contoh nyata berada Gubuk Panggel, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat.

Baca Juga :  Ratusan Pedagang Asongan Kuta Dukung MotoGP dan Aktivitas Pembangunan ITDC di Mandalika

“Ada puluhan anak yang belum merasakan akses jalan yang layak. Mereka harus berjalan kaki selama berjam-jam untuk dapat sampai sekolah. Saat musim hujan tiba, kondisi jalan yang rusak parah bahkan membuat anak-anak tidak bisa berangkat ke sekolah sama sekali,” ungkap Gitan.

Selain akses jalan, kondisi sarana di dalam lingkungan sekolah juga jauh dari kata ideal. Gitan mencontohkan kondisi di SD Negeri Tambing Kekeq, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara.

“Di sana, sekolah hanya memiliki tiga ruangan yang harus dipaksakan untuk menampung enam tingkatan kelas. Akibatnya, satu ruangan harus dibagi dua dan hanya dibatasi oleh sekat triplek,” tambahnya.

Menurut Gitan, jurang perbedaan kualitas sarana dan prasarana antara sekolah di pusat kota dengan wilayah pelosok, baik di sisi utara maupun selatan Lombok Tengah, masih sangat lebar.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat, Muhalip Gerindra: Bila Perlu Gunakan Dana Pribadi

Meski semangat belajar anak-anak di pelosok sangat tinggi, keterbatasan fasilitas menjadi hambatan nyata bagi mereka.

“Jadi salah satu penyebab angka putus sekolah kita tinggi, bukan karena anak-anak tidak ingin sekolah, tapi memang capek ke sekolah,” lanjut Gitan.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tidak hanya terjebak pada urusan administratif, tetapi juga berani memetakan kebutuhan mendasar secara langsung di lapangan.

“Pemerataan pendidikan bukan sekadar urusan seragam, melainkan tentang bagaimana setiap anak di Gumi Tastura ini mendapatkan kesempatan yang sama untuk bermimpi dan berprestasi, tanpa terhalang oleh letak geografis dan fasilitas pendidikan yang kurang memadai,” tandas Lalu Gitan. (*)

Berita Terkait

11 Sekolah, Satu Arena, Seribu Mimpi: Samara School Olympic Kembali Menggebrak
MIM Foundation Siap Danai Pembangunan Masjid Kampung Adat Sade
Promosi MotoGP Mandalika Digenjot, ITDC Siapkan Strategi Bertahap
Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade
Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu
Lapor Balik Tak Bikin Ciut, LIDIK NTB: Jangan Tutup Kasus RTLH dengan UU ITE
ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:02

Bank Raya Dorong Gaya Hidup Aktif dan Kebiasaan Menabung melalui Raya Active di Generali Lion Heart Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:02

Bank Raya Dukung Generali Lion Heart Run 2026, Gaungkan Raya Active untuk Komunitas Pelari

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:02

Membuka Akses, Mendorong Inovasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lanjutkan Komitmen Pendidikan melalui Beasiswa Pelindo Juara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:02

Bitcoin Bertahan di US$78.000, September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:02

Makin Mendunia, BINUS University Pertahankan 5 Bintang dari QS Stars

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:02

Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Jasa Marga Kenalkan Connected & Seamless Mobility melalui Ekosistem Travoy

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02

iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:02

Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

Berita Terbaru