Koran Mandalika, Lombok Tengah – Promosi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika terus digenjot menjelang pelaksanaan yang tinggal sekitar 49 hari. ITDC memastikan promosi dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah segmen pasar.
Direktur Komersial ITDC, Troy Warokka, mengatakan persiapan MotoGP tahun ini berjalan cukup baik. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB hingga pemerintah kabupaten juga dinilai berjalan positif, sehingga saat ini pihaknya fokus pada eksekusi berbagai rangkaian kegiatan.
“Kalau dikatakan promonya minim, dari kacamata mana kita melihat. Sesungguhnya promo ini terus berjalan,” kata Troy belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, promosi MotoGP Mandalika tidak hanya dilakukan melalui satu kanal. ITDC memanfaatkan media sosial serta menggandeng media massa di Jakarta, NTB, Mataram hingga kawasan Mandalika untuk memperluas eksposur ajang balap motor dunia tersebut.
Berbagai kegiatan juga telah dilakukan untuk membangun gaung MotoGP, termasuk menghadirkan dua pembalap lokal, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, dalam sejumlah agenda promosi.
“Kita membuat event launching, mengundang Veda dan Mario Aji ke Jakarta, kemudian ke Jogja dan diterima Sri Sultan, lalu ke Mandalika untuk latihan. Semua itu ada exposure,” ujarnya.
Strategi promosi tersebut, kata Troy, mulai menunjukkan dampak terhadap pergerakan penjualan tiket. Saat ini, penjualan tiket disebut telah bergerak sekitar 45 hingga 50 persen.
Menurut Troy, angka tersebut menunjukkan animo masyarakat terhadap MotoGP Mandalika cukup positif dibandingkan tahun sebelumnya. Kehadiran pembalap lokal dinilai turut menjadi salah satu faktor yang mendorong minat penonton.
“Lokal heroes Veda Ega dan Mario Aji itu sangat berpengaruh kepada tiket,” tegasnya.
Pergerakan tiket tersebut kemudian ikut berdampak pada sektor lainnya, mulai dari akomodasi, perhotelan hingga paket wisata yang ditawarkan sejumlah agen perjalanan.
ITDC juga menggandeng sejumlah tour and travel untuk membuat paket kunjungan dan menonton MotoGP Mandalika. Kerja sama tersebut rencananya akan diperkuat melalui penandatanganan kerja sama pada 28 Agustus 2026.
Troy menegaskan, pola promosi tahun ini memang tidak dilakukan dengan menghabiskan seluruh amunisi sejak awal. Promosi dibagi berdasarkan klaster dan momentum agar tetap memiliki daya dorong hingga mendekati hari pelaksanaan.
“Promo itu bukan sesuatu yang dihamburkan di depan, tapi tidak ada ujung di belakang. Ini strategi marketing, semua ada pacenya,” jelasnya.
Pihaknya menyebut promosi yang lebih agresif akan kembali dilakukan dalam waktu dekat, khususnya menyasar pasar Jakarta. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ITDC untuk menjaga momentum penjualan tiket hingga hari pelaksanaan.
Selain promosi, ITDC juga menyiapkan sejumlah fasilitas baru untuk menjawab kebutuhan penonton, di antaranya camping ground, circuit lounge, peningkatan keterlibatan UMKM serta menghidupkan kembali Mandalika Street Food Festival.
Dengan berbagai strategi tersebut, ITDC menargetkan jumlah penonton MotoGP Mandalika tahun ini mencapai 145 ribu orang.
Troy optimistis target tersebut dapat dicapai. Setelah pelaksanaan, seluruh capaian akan dievaluasi untuk menentukan strategi pengembangan MotoGP Mandalika ke depan.
“Kita punya target penonton 145 ribu. Insya Allah itu bisa tercapai,” tandasnya. (wan)






