Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Harga Cabai hingga Ayam di Bawah Acuan - Koran Mandalika

Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Harga Cabai hingga Ayam di Bawah Acuan

Kamis, 5 November 2026 - 18:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Harga Cabai hingga Ayam di Bawah Acuan

Koran Mandalika, Mataram – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, memantau sejumlah harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram.

Dari hasil pemantauan tersebut, sejumlah harga bahan pokok masih tergolong bagus sesuai dengan harga standar

Seperti cabai, harga standar yang ditentukan Rp 55 ribu per kilogram, namun di Pasar Kebon Roek dijual seharga Rp 40 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, daging ayam dijual dengan harga Rp 35 ribu per kilogram, masih dibawah harga standar yakni Rp 40 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Wabup Nursiah Apresiasi Kiprah Yayasan Darussalimin Kateng dalam Pembinaan Masyarakat

Begitupun dengan bawang merah, dijual dengan harga Rp 30 ribu per kilogram sedangkan harga standarnya yakni Rp 40 ribu perkilogram

“Harga cukup bagus ya. Semua sesuai harga acuan bahkan banyak yang dibawah harga acuan,” kata Budi Santoso, Kamis (5/11).

Selain harga, Budi juga menyampaikan bahwa pasokan terpantau masih mencukupi.

“Semua terkendali. Pasokannya juga cukup,” ucapnya.

Menurut Budi, NTB mengalami surplus pada sejumlah komoditas, seperti cabai. Sehingga, pihaknya berencana untuk mengirim hasil pertanian cabai di NTB ke beberapa daerah.

Baca Juga :  Pemprov NTB Pastikan Bayar Pajak Kendaraan Dinas Tepat Waktu

“Jadi yang surplus bisa kita kirim ke daerah yang memang cabainya lebih mahal,” tuturnya.

Pihaknya akan terus memantau harga bahan pokok di semua daerah untuk memastikan harga tetap stabil. Terlebih, dalam waktu dekat akan memasuki Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Apalagi ini kan mendekati Natal dan Tahun Baru. Jadi kita pemerintah terus akan hadir akan memantau pasokan. Kami punya SP2KP, jadi pemantauan harga itu setiap hari kami bisa lihat,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

DPAP2KB Loteng Perkuat Penanganan Risiko Stunting dari Keluarga
Pemkab Loteng Kerahkan Ribuan Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting
Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda
DP3AP2KB Dorong Desa Perkuat Aturan Pernikahan Anak
DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi
Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari
Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban

Kamis, 5 November 2026 - 18:02

KAI Logistik Perpanjang Promo Diskon Pengiriman ke Bandar Lampung hingga Akhir Tahun

Kamis, 5 November 2026 - 17:03

Bikin Konten Fashion Makin Standout Tanpa Ribet dengan Kamera dan Galaxy AI di Galaxy S26 FE

Kamis, 5 November 2026 - 17:02

Kenali Peran Mineral dalam Kehidupan, Booth MIND ID Hadirkan Aktivitas Interaktif

Kamis, 5 November 2026 - 17:02

ezSign Sediakan Stempel Waktu Resmi untuk Dokumen Elektronik

Kamis, 5 November 2026 - 16:02

Arus Kas Usaha Belum Lancar, Pemilik Barang Mewah Punya Alternatif lewat Luxury Pawn

Kamis, 5 November 2026 - 15:02

IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global

Berita Terbaru