Sinyal Bearish Muncul, Benarkah Bull Run Bitcoin Batal? Simak di Sini - Koran Mandalika

Sinyal Bearish Muncul, Benarkah Bull Run Bitcoin Batal? Simak di Sini

Sabtu, 7 September 2024 - 13:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Secara historis, bulan September kerap kali menjadi bulan yang memprihatinkan untuk Bitcoin. Jika begini, akankah bull run Bitcoin datang di bulan ini? Atau justru koreksi harga yang akan terjadi?

Analis-analis kripto terbagi dua kubu dalam prediksi Bitcoin bulan ini, satu kubu tentang ditundanya bull run dan kubu lain meyakini Bitcoin tetap dapat dipercaya. Lantas, keadaan Bitcoin sesungguhnya? Mari simak penjelasannya bersama.

Crypto Crusader: Bull Run Bitcoin Dibatalkan

Pada 2 September lalu, analis crypto bernama Nick atau Crypto Crusader memberikan analisis sengit mengenai kondisi ekosistem kripto belakangan ini. Bagi Nick, tidak ada rasa optimis di kalangan pengguna kripto sejak Maret lalu saat harga Bitcoin hingga meme coin meroket tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua orang optimis bahwa keuntungan yang didapat bisa mencapai 50 kali lipat. Namu sekarang, bagi Nick terasa sangat terbalik keadaannya.

Bitcoin pernah mencapai harga tertinggi sepanjang masanya hingga tembus lebih dari $70.000. Namun, sejak halving Bitcoin, harga BTC belum pulih bahkan cenderung melemah sepanjang harinya.

Sumber: Market Bittime

Saat artikel ini ditulis pada 5 September, harga BTC sedang hijau dengan kenaikan +0,71% dan dijual di harga $57.174,97. Harga ini masih cenderung lemah dan bisa mengalami penurunan. Terlebih, angka RSI adalah sebesar 41 dan berarti lebih banyak BTC yang dijual, dibandingkan yang dibeli.

Baca Juga :  Google Analytics, Kunci Sukses Digital Marketing: Kilas Balik dari Free Day Class MAXY Academy

BTC Berpotensi Bearish dengan Koreksi 75%?

Tak hanya Nick, analis kripto lain bernama Ali Martinez juga menyatakan bahwa Bitcoin bisa jadi justru alami bearish dan bull run Bitcoin gagal terjadi. 

Ali melakukan analisis teknis dan menyatakan bahwa indikator RSI Stochastic justru memberikan sinyal bearish dalam 2 bulan terakhir. Bahkan, indikator ini emngingatkan kondisi 10 tahun lalu di mana BTC mengalami koreksi harga hingga 75%.

Sumber: ali_charts/X

Pola ini pernah terjadi di 2022 lalu dan benar, BTC yang awalnya ada di harga $69.000 sebagai ATH-nya saat itu, ketika indikator RSI yang bearish terlihat, harga BTC turun drastis. BTC anjlok hingga $16.000 dan dianggap sebagai titik terendah Bitcoin.

Dan jika sinyal bearish BTC dengan indikator RSI sekarang itu terbukti benar, titik terendah BTC bisa lebih parah. Sebab, dengan harga sekarang yang hanya di angka sekitar $57.000, BTC bisa anjlok hingga $14.000-an.

Indikator Datangnya Bull Run Bitcoin

Meski beberapa analis kripto menyatakan bearish Bitcoin lebih bisa datang ketimbang berita bull run, tetapi optimisme kenaikan tetap ada. Analisis teknis Ali Martinez bisa dibantah sebab pada kehancuran harga BTC di 2022 juga diakibatkan oleh bangkrutnya FTX.

Baca Juga :  KAI Lakukan Pemangkasan Pepohonan Secara Berkala di Sepanjang Jalur LRT Jabodebek

Untuk sekarang, di mana kondisi ekosistem kripto yang lebih baik ketimbang 2022, sinyal bearish RSI pada grafik BTC bisa jadi hanya selewat pandang saja. Dengan begitu, bull run Bitcoin tetap akan datang pada bulan ini.

Mikybull Crypto, analis kripto lainnya, juga menyatakan bahwa terdapat indikator teknis yang membuat prediksi harga lonjakan BTC bisa terjadi. Bahkan, harga BTC bisa capai $130.000 per koin. Artinya, ATH pada Maret lalu bukan apa-apa jika memang prediksi ini benar terjadi nantinya.

Untuk memahami apakah benar bull run raja crypto ini benar terjadi atau tidak, ada beberapa indikator yang bisa disimak. Indikator-indikator ini dijelaskan oleh Spot on Chain dalam thread-nya di akun resmi X mereka.

1. Bitcoin memerah pada bulan Agustus dan ini bisa membantu pemulihan harga di September.

2. Tekanan jualan sudah terselesaikan.

3. Masih banyak pemegang token long-term sehingga Bitcoin tetap mengukuhkan kekuatannya.

4. ETF Spot Bitcoin akan membantu harga BTC tetap terjaga.

5. Market juga didukung oleh suku bunga, keuntungan, hingga regulasi.

Kelima indikator tersebut yang harus Anda pegang ketika ingin membeli Bitcoin dan membuktikan apakah prediksi BTC di September ini akan bearish atau bulliish.

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru