Fenomena Air Terjun di Bukit Sembalun Bikin Warga Khawatir, Singgung Maraknya Pembangunan - Koran Mandalika

Fenomena Air Terjun di Bukit Sembalun Bikin Warga Khawatir, Singgung Maraknya Pembangunan

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Timur – Baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan kemunculan air terjun secara tiba-tiba di Bukit Sembalun, Lombok Timur. Dalam video tersebut terlihat air bercucuran di tebing bukit.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Karang Taruna Desa Sembalun Bumbung, Hosyatillah mengatakan hal itu sudah biasa terjadi ketika hujan besar dan saat ini kondisi sudah membaik.

“Air terjun yang beredar di vidio itu kalau kami masyarakat sembalun menyebutnya ‘Aik Ilong’, yang biasa terjadi apabila hujan besar terjadi. Bisa dikatakan setiap musim penghujan pasti terjadi fenomena serupa. Tapi sekarang kondisi sudah normal kembali,” kata Hos, Rabu (10/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi, lanjut Hos, beberapa tahun terkahir masyarakat merasa cemas dengan fenomena tersebut.

Dikatakannya, kondisi Sembalun saat ini berbeda dengan sebelumnya serta begitu mengkhawatirkan. Hal itu lantaran pembangunan yang begitu masif.

Baca Juga :  Soal Poster Nyeleneh Bacakades, Wabup Nursiah: Bagian Promosi, Tetap Jaga Kondusifitas

“Sudah banyak pembangunan hotel dan restauran di pinggiran bukit yang sewaktu-waktu bisa saja longsor dan membahayakan pemukiman masyarakat,” lanjut Hos.

Lebih jauh, fenomena air terjun yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak ke pertanian masyarakat. Air meluap ke sawah warga yang berada di bantaran sungai.

“Fenomena yang kemarin itu alhamdulillah tidak berdampak pada pemukiman masyarakat akan tetapi beberapa sawah yang berada di bantaran sungai rusak akibat luapan air sehingga beberapa petani mengalami kerugian karena tanaman rusak dan harus memperbaiki lagi sawah yang tertutup tanah dan krikil yang berasal dari bukit-bukit yang teraliri air terjun atau ‘Aik Ilong’,” ucapnya.

Sebagai warga Sembalun, dirinya merasa khawatir ketika tidak ada aturan yang jelas dari pemerintah daerah terkait pembangunan yang ada di wilayah tersebut.

Baca Juga :  ‎Tim SAR Gabungan Maksimalkan Pencarian Korban Terseret Arus Sungai Melau

“Hawatir ketika tidak ada aturan yang jelas dari pemda. Orang boleh bangun dimana dan boleh bangun apa. Harus segera diperjelas RTRW dan RDTR pembangunan di Lombok Timur, terutama di Sembalun. Supaya pariwisata di Sembalun menjadi pariwisata yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dirinya tidak menolak pembangunan. Tentu, sambung Hos, pembangunan yang dilakukan harus diawasi secara ketat oleh pemerintah. ada

“Kita tidak menolak pembangunan. Hanya saja, perlu ada aturan dan izin yang ketat ketika ada pembangunan, yang menjamin pembangunan tersebut tidak membahayakan untuk masyarakat lokal ketika terjadi keadaan alam seperti kemarin,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ke khawatiran masyarakat, seperti menyetop kegiatan pengerukan serta penataan lahan di berbagai titik.

“Sampai sekarang masih belum diizinkan kembali melanjutkan proyek,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan
Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan
Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut
Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja
Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit
Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kirab Budaya HUT Ke-81 Lombok Tengah Semarak, Barongsai hingga Peresean Jadi Simbol Persatuan dalam Keberagaman
Menpar Buka Suara! MotoGP Mandalika Jadi Mesin Baru Pariwisata Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:02

FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Spesifikasi Besi di Gambar Kosong di Pasaran, Apa yang Harus Dilakukan?

Berita Terbaru

NTB Terkini

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:01