Koran Mandalika, Lombok Tengah- Venue Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi yang berada di Kabupaten Lombok Tengah dinyatakan rampung. Ruang pendukung lainnya pun telah rampung dikerjakan.
Gedung tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 20,8 miliar sesuai plang proyek yang terpampang.
Baru-baru ini, muncul protes terhadap banyaknya anggaran yang dikeluarkan untuk membangun venue MTQ yang hanya satu lantai itu.
”Setelah melihat kondisi bangunan yang telah rampung dan dibandingkan dengan jumlah anggaran biaya pembangunan, saya rasa tidak sesuai,” ujar praktisi konstruksi, Lalu Setiawan belum lama ini.
Miq Awan, sapaan akrabnya, mempertanyakan klasifikasi bangunan apa yang digunakan pemerintah sebagai acuan penghitungan meter persegi pada bangunan satu lantai tersebut.
Di tengah kondisi efisiensi keuangan negara, kata Miq Awan, pemerintah daerah cukup menganggarkan Rp 12 miliar saja.
”Sebenarnya dengan anggaran sebesar Rp 12 miliar, saya rasa sudah cukup untuk membangun venue yang kondisi bangunannya sudah sangat bagus,” ujar konsultan yang akrab disapa Miq Awan ini.
Menurut dia, kalau melihat gedung lain sebagai pembanding, salah satunya gedung Samsat Praya saja yang dengan biaya sekitar Rp 6 miliar nampak megah.
”Gedung samsat yang dua lantai saja dengan anggaran enam miliar sudah megah, bahkan mencover semua pembangunan, termasuk pemageran, include landscape,” jelas Miq Awan.
Kalau pun alasannya struktur bangunan tersebut seperti gedung tiga lantai, dianggap tidak perlu dan cenderung menghamburkan keuangan negara.
”Perencanaannya harus efisien. Lagipula secara umum kondisi tanah di wilayah ini, kan, umum saja. Tidak perlu terlalu berlebihan,” tegas Miq Awan.
Sementara itu, Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, enggan memberikan tanggapan lebih detail terkait hal tersebut.
”Karena teknis, maka silahkan ke Kadis PUPR,” kata Firman saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp. (wan)












