Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas - Koran Mandalika

Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajang seni rupa kontemporer Art Jakarta Papers kembali digelar pada 5–8 Februari 2026 di City Hall Pondok Indah Mall 3. Sebagai bagian dari rangkaian pameran Art Jakarta yang sebelumnya diselenggarakan di JIExpo Kemayoran dan Hutan Kota by Plataran, edisi Art Jakarta Papers tahun ini secara khusus menyoroti beragam kemungkinan artistik yang ditawarkan oleh media kertas dalam praktik seni kontemporer.

Pameran ini menghadirkan eksplorasi luas, mulai dari gambar, cetakan, patung, hingga instalasi, yang menunjukkan bahwa media kertas memiliki potensi ekspresi yang tak terbatas. Lebih dari sekadar ruang pameran, Art Jakarta Papers turut membangun ekosistem dan pasar seni kontemporer berbasis kertas yang dinamis di Indonesia dan kawasan regional.

Dalam ajang ini, sejumlah Binusian turut berpartisipasi menampilkan karya, di antaranya Adi Sundoro (dosen DKV New Media BINUS University), serta Wai Santy dan Diva Meshia (alumni DKV New Media).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eksplorasi Media Kertas sebagai Representasi Zaman

Bagi Adi Sundoro, seni rupa kontemporer menuntut seniman untuk terus bereksplorasi dan berinovasi agar mampu menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Dalam dunia seni rupa kontemporer hari ini kita dituntut untuk terus bereksplorasi serta berinovasi agar dapat menghadirkan karya yang relate dengan perkembangan zaman, serta memiliki artikulasi yang tepat terhadap isu atau gagasan yang dibawanya. Karya seni rupa hari ini tidak hanya berbicara mengenai keindahan visual semata, karena apapun dapat menjadi karya seni. Terlebih melalui era seni rupa kontemporer ini, seni dapat bekerja dengan disiplin ilmu lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  BRI Region 6 Ikuti Pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 Bersama Insan Pers Nasional

Karya-karya yang ditampilkan merupakan hasil eksplorasi terhadap media kertas yang diolah melalui berbagai teknik cetak, menghadirkan output berupa karya berbasis kertas dengan gagasan yang merepresentasikan semangat zaman hari ini.

Perenungan Hening dan Riuh dalam Seri “Moon”

Sementara itu, Wai Santy menghadirkan seri karya yang berangkat dari pencarian makna di antara keheningan dan kebisingan. Seri terbarunya terdiri dari tiga figurine berbahan paper clay yang dilengkapi ilustrasi pendamping, berjudul Moon – Arrive, Moon – Wait, dan Moon – Reach.

Di luar seri Moon, Wai Santy juga membawa sejumlah karya lain yang lahir dari pengalaman residensinya di Jepang pada tahun 2024. Di antaranya adalah sebuah karya triptych yang merefleksikan memori keseharian di pedesaan Itoshima—mulai dari berjalan menyusuri hutan bambu, menemukan kuil tersembunyi, hingga merasakan kesunyian yang reflektif di tepi danau. Karya-karya dari periode ini turut menampilkan desain karakter yang terinspirasi dari warna dan kehidupan lokal yang ia temui, seperti penjual dango, pemilik kafe kucing vegan, restoran bertema kelinci, onsen, hingga taman bonsai di lokasi terpencil.

“Percayalah pada apa yang kamu anggap indah. Dengarkan dengan sungguh-sungguh—dengan telinga, hati, dan mata. Berlatihlah, berulang kali. Biarkan rasa ingin tahu menuntunmu,” ujar Wai Santy.

Ketangguhan yang Sunyi dalam Karya

Alumni DKV New Media BINUS University lainnya, Diva Meshia, turut menghadirkan karyanya dalam Art Jakarta Papers 2026 bersama Galeri Ruang Dini. Karya yang ditampilkan merupakan bagian dari seri pameran tunggalnya bertajuk “Blooming in the Space Between” yang sebelumnya digelar pada Desember 2025 di Bandung.

Melalui gambar dengan gaya hyperrealism menggunakan pensil warna dan grafit di atas kertas, Diva mengeksplorasi tumbuhan, tanaman, dan jamur sebagai simbol ketangguhan yang tenang dan keseimbangan alam yang bekerja tanpa banyak suara.

Baca Juga :  KRAS REBORN: Strategi Baru Krakatau Steel Perkokoh Fondasi Organisasi

Sebagai seniman botani, proses observasi dan menggambar menjadi ruang reflektif yang membantunya memahami perubahan yang sering terjadi secara perlahan dan tidak selalu terlihat. Baginya, pertumbuhan tidak harus dramatis untuk menjadi bermakna, karena banyak perubahan penting justru berlangsung secara sunyi.

Karya-karya Diva juga dipresentasikan oleh Andy Dewantoro, seniman sekaligus Artistic Director Galeri Ruang Dini, dalam program publik “Kertas dalam Ekosistem Seni: Kolaborasi Seniman, Galeri, Arsip, dan Kolektor” pada Art Jakarta Papers 2026. “When you trade authenticity for approval, you weaken your value. Let validation be feedback, not your foundation,” ungkap Diva mengenai prinsip berkaryanya.

Mendorong Partisipasi di Panggung Seni Internasional

Partisipasi dosen dan alumni DKV New Media BINUS University dalam Art Jakarta Papers menjadi wujud nyata kontribusi BINUS University dalam ekosistem seni dan industri kreatif nasional. School of Design BINUS University berharap keterlibatan aktif dosen dan alumni dalam ajang-ajang bergengsi seperti Art Jakarta Papers dapat mendorong eksplorasi lintas disiplin dalam praktik seni kontemporer, memperluas jejaring profesional di tingkat nasional dan regional, hingga menginspirasi mahasiswa untuk berani berkarya dan tampil di panggung seni yang lebih luas.

Kehadiran Binusian dalam Art Jakarta Papers 2026 pun secara tidak langsung mencerminkan komitmen BINUS University dalam mendukung praktik kreatif yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi perkembangan seni kontemporer Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bank Raya Dorong Gaya Hidup Aktif dan Kebiasaan Menabung melalui Raya Active di Generali Lion Heart Run 2026
Bank Raya Dukung Generali Lion Heart Run 2026, Gaungkan Raya Active untuk Komunitas Pelari
Membuka Akses, Mendorong Inovasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lanjutkan Komitmen Pendidikan melalui Beasiswa Pelindo Juara
Bitcoin Bertahan di US$78.000, September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto
Makin Mendunia, BINUS University Pertahankan 5 Bintang dari QS Stars
Kandungan Obat Jamur Kucing yang Penting Diperhatikan
Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Jasa Marga Kenalkan Connected & Seamless Mobility melalui Ekosistem Travoy
iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:02

Bank Raya Dorong Gaya Hidup Aktif dan Kebiasaan Menabung melalui Raya Active di Generali Lion Heart Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:02

Bank Raya Dukung Generali Lion Heart Run 2026, Gaungkan Raya Active untuk Komunitas Pelari

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:02

Membuka Akses, Mendorong Inovasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lanjutkan Komitmen Pendidikan melalui Beasiswa Pelindo Juara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:02

Bitcoin Bertahan di US$78.000, September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:02

Makin Mendunia, BINUS University Pertahankan 5 Bintang dari QS Stars

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:02

Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Jasa Marga Kenalkan Connected & Seamless Mobility melalui Ekosistem Travoy

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02

iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:02

Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

Berita Terbaru