Diskop NTB Perketat Pengawasan dan Penggunaan Anggaran Kopdes Merah Putih - Koran Mandalika

Diskop NTB Perketat Pengawasan dan Penggunaan Anggaran Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri menyampaikan pengawasan yang ketat dilakukan lantaran koperasi merah putih ini seringkali digadang-gadang sebagai sarang rentenir baru. (Ahmad Chumaidi/Koran Mandalika)

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri menyampaikan pengawasan yang ketat dilakukan lantaran koperasi merah putih ini seringkali digadang-gadang sebagai sarang rentenir baru. (Ahmad Chumaidi/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Mataram –
Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) perketat pengawasan dan penggunaan anggaran negara dalam sistem Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dengan begitu, tidak ada ruang bagi praktek kecurangan dalam sistem pengelolaan program andalan Presiden Prabowo Subianto itu.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri menyampaikan pengawasan yang ketat dilakukan lantaran koperasi merah putih ini seringkali digadang-gadang sebagai sarang rentenir baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyhuri menjelaskan dalam pembentukan satgas KDMP ini melibatkan unsur-unsur penting di pemerintahan yang memang berkompeten, terutama di bidang pengawasan.

Baca Juga :  6000 Peserta Ramaikan Jalan Sehat HUT Bhayangkara di Polres Lombok Tengah

“Kita untuk pengawasan di dalam satgas ini ada melibatkan BPKP. Kemarin juga saya sempat berbicara dengan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), kami berkomitmen akan membicarakan nanti bagaimana model pengawasannya,” kata Masyhuri, Kamis (24/7).

Bahkan, di dalam sistem pengawasan, KDMP ini memiliki dua lapis pengawasan, internal dan eksternal.

“Sebenarnya kopdes itu di internalnya ada yang mengawasi. Kan ada pengawasnya koperasi itu, semua koperasi wajib ada pengawas. Nah, eksternal itu nanti ada (pengawas),” jelas Masyhuri.

Selain itu, sistem KDMP juga dikembangkan melalui digitalisasi. Masyhuri menegaskan unsur terpenting adalah pengawasan koperasi baik itu transaksi dan penggunaan dana.

Baca Juga :  Diluncurkan Besok, Program Desa Berdaya Siap Entaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB

“Sehingga ndak ada lagi praktek-praktek yang menipu anggota, kan, kopdes dipelesetkan kayak KUD jaman dulu, ketua untung duluan segala macam itu kan. Nah, untuk mencegah itu, sudah banyak yang saya sampaikan instrumennya itu ya,” tegasnya.

Dia menambahkan, dengan sistem pengawasan yang berlapis serta melibatkan instrumen pemerintahan seperti BPKP dan kejaksaan akan meminimalisir celah untuk melakukan kecurangan.

“Sehingga ini akan mempersempit ruang untuk orang bisa melakukan fraud (curang) dalam Kopdes Merah Putih,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

‎Tiga Rumah Dilaporkan Hanyut, Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Rob di Ampenan
‎Dua Rumah Tidak Layak Huni di Sumbawa Bakal Direnovasi Gubernur
‎Pemprov NTB Siapkan Dua Skema Penanganan Sampah di TPA Kebon Kongok
‎Produksi Padi Meningkat 16 Persen pada 2025, NTB Komitmen Perkuat Swasembada Pangan
‎Peringatan BMKG, Cuaca Ekstrem di NTB 20 hingga 26 Januari
Dinsos P3A NTB: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Akibat Kemiskinan dan Moral Hazard
‎Kasus Keracunan MBG di Lombok Tengah, Kepala SPPG NTB Kirim Laporan ke Pusat
‎Dukung Program Daerah, Bank NTB Syariah Serahkan Bantuan Nursery Farm ke Pemkab Sumbawa

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:38

BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:37

Lima KA Favorit Daop 2 Bandung Catat Okupansi Tinggi Saat Long Weekend Isra’ Mi’raj 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:20

BRI Otista Fasilitasi Lahan Parkir untuk Apel Cipta Kondisi Kelurahan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:11

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:58

Waspada Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Prasarana

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:27

Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:35

Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:50

Besi Galvanis: Material Tahan Karat yang Banyak Dicari untuk Proyek Konstruksi dan Industri

Berita Terbaru