Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional - Koran Mandalika

Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, 15 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat transformasi operasional melalui peningkatan utilisasi produksi dan program efisiensi terintegrasi guna menjaga daya saing industri baja nasional di tengah tekanan produk impor.

Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan bahwa peningkatan
produksi Hot Rolled Coil (HRC) dinilai cukup realistis seiring kesiapan
operasional fasilitas Hot Strip Mill (HSM) serta penguatan utilisasi produksi
yang terus berjalan.

“Capaian produksi yang terus menunjukkan tren
positif menjadi indikator bahwa penguatan operasional dan peningkatan kinerja
pabrik berjalan efektif,” ujar Sidik. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penguatan Produksi dan Reliability Operasi 

Untuk menjaga konsistensi produksi, Krakatau Steel
Group menjalankan sejumlah strategi utama, antara lain memastikan ketersediaan
pasokan bahan baku melalui kerja sama berkelanjutan dengan para pemasok dan
produsen. 
Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE)
melalui penguatan reliability
peralatan, efisiensi operasional, dan pengurangan downtime produksi guna menjaga stabilitas operasi dan produktivitas
pabrik.

Baca Juga :  Rental iPhone Jakarta: Solusi Teknologi Fleksibel di Kota yang Serba Cepat

Menurut Sidik, peningkatan utilisasi pabrik menjadi
salah satu faktor penting dalam menekan biaya produksi per unit sekaligus
meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri baja yang
semakin kompetitif. 

Program Efisiensi Terintegrasi Krakatau Steel Group juga menjalankan berbagai
inisiatif efisiensi secara menyeluruh melalui optimalisasi inventory, efisiensi energi, penguatan strategi maintenance, renegosiasi kontrak energi
dan utilitas, hingga perombakan struktur organisasi yang lebih ramping dan
fleksibel.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan
operasi yang lebih stabil, efisien, dan adaptif tanpa mengorbankan kualitas
produk. 

“Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan
efisiensi secara berkelanjutan agar biaya produksi semakin kompetitif, namun
tetap menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan pasar domestik maupun
internasional,” tambah Sidik. 

Baca Juga :  Investasi Bitcoin ETF Naik $556 Juta, Apa Artinya?

Mendukung Ketahanan Industri Nasional 

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr.
Akbar Djohan, menegaskan bahwa penguatan operasional dan efisiensi yang
dijalankan perusahaan sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat industrialisasi nasional,
ketahanan ekonomi, dan hilirisasi industri strategis. 

Menurutnya, industri baja memiliki peran penting
sebagai fondasi pembangunan nasional dan penguatan rantai pasok industri dalam
negeri. 

“Transformasi operasional yang dijalankan Krakatau
Steel merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun industri baja
nasional yang semakin efisien, berdaya saing, dan mampu menjadi fondasi
pertumbuhan industri nasional ke depan,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga
menjabat sebagai Chairman Indonesia
Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik
& Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi
Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya
Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Berita Terbaru