Harga Emas Dekati $3.950, Shutdown AS dan Sinyal The Fed Jadi Pendorong Utama - Koran Mandalika

Harga Emas Dekati $3.950, Shutdown AS dan Sinyal The Fed Jadi Pendorong Utama

Kamis, 9 Oktober 2025 - 15:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan performa impresif di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi Amerika Serikat. Momentum ini berlanjut ke awal pekan, di mana emas sempat menarik pembeli baru di kisaran $3.905 pada sesi Asia Senin pagi (6/10).

Pada perdagangan Jumat lalu (3/10), logam mulia ini menguat hampir 0,50%, ditutup di kisaran $3.875 per troy ons setelah sempat terkoreksi hingga $3.838. Penguatan berlanjut pada awal pekan ini, di mana emas sempat menyentuh $3.905 di sesi Asia, menegaskan kuatnya minat beli investor.

Menurut analisis Andy Nugraha, Analis  dari Dupoin Futures Indonesia, tren teknikal emas masih berada dalam jalur positif. “Candlestick dan indikator Moving Average menegaskan bahwa momentum bullish masih terjaga. Jika sentimen pasar konsisten, emas berpotensi menguji level $3.950 dalam waktu dekat,” jelasnya. Namun, Andy juga memberi catatan penting. “Jika terjadi koreksi, area $3.876 menjadi support kunci yang perlu diperhatikan pelaku pasar.”

Faktor utama yang menopang reli emas kali ini adalah situasi politik di Washington. Shutdown pemerintah federal AS terus berlanjut setelah Senat gagal mencapai kesepakatan soal anggaran. Kondisi ini menunda rilis data penting, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yang biasanya menjadi acuan penting The Fed dan pasar keuangan. Ketidakpastian tersebut memperkuat arus masuk ke aset safe-haven, termasuk emas.

Selain faktor politik, spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga mendukung reli emas. Pasar saat ini menilai hampir pasti adanya pemangkasan 25 basis poin pada pertemuan Oktober. Lebih jauh, kontrak berjangka bahkan memperkirakan total penurunan hingga 47 basis poin sampai akhir tahun. Prospek suku bunga yang lebih rendah secara langsung memperlemah Dolar AS, sekaligus meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Meski tren jangka menengah cenderung positif, pasar tidak menutup kemungkinan adanya profit taking setelah emas mencatatkan reli delapan pekan berturut-turut. Namun, para analis menilai setiap koreksi justru berpeluang dimanfaatkan investor untuk masuk kembali, mengingat ketidakpastian fiskal dan geopolitik global belum mereda.

Baca Juga :  Pastikan Perjalanan KA Aman dan Lancar, Divre IV Cek Lintas Tanjungkarang–Tanjungrambang

Dari sisi data ekonomi, pasar kini menunggu rilis PMI Jasa ISM sebagai pengganti data ketenagakerjaan yang tertunda. Indeks PMI terakhir tercatat 50,0, lebih rendah dari perkiraan 51,7 dan melemah dari bulan sebelumnya di 52,0. Angka ini menambah bukti bahwa ekonomi AS mulai kehilangan momentum, yang dapat memperkuat alasan The Fed untuk memangkas suku bunga.

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan, diperdagangkan di sekitar 97,81. Kondisi ini memperkuat peluang emas untuk tetap dalam tren penguatan.

Secara keseluruhan, prospek emas tetap bullish. Selama harga mampu bertahan di atas $3.876, peluang menuju $3.950 bahkan lebih tinggi tetap terbuka lebar. Shutdown pemerintah AS, ekspektasi kebijakan dovish The Fed, serta melemahnya dolar menjadi katalis yang mendukung reli emas dalam jangka pendek.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ITSEC Asia (IDX:CYBR) dan PT Len Industri (Persero) Satukan Kekuatan Teknologi dan Talenta untuk Perkuat Ketahanan Siber Indonesia
Semester I 2026, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Penumpang Daop 2 Bandung Capai 99,85 Persen
Penumpang Stasiun Araskabu Terus Meningkat, KAI Bandara Perkuat Mobilitas Masyarakat dengan Tarif Mulai Rp5.000
Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi melalui Kemitraan Perkapalan dengan Rusia
Humas KAI Daop 2 Bandung Raih Penghargaan Narasumber Korporasi Terbaik pada IWEB Awards 2026, Bukti Komitmen Hadirkan Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya
Masih Bingung Melanjutkan Perjalanan? Petunjuk dan Layar Informasi LRT Jabodebek Bantu Pengguna Lanjutkan Perjalanan
BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan melalui BRI KKB Expo 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
Asuransi Savara Dari BRI Life: Solusi Proteksi Komprehensif dengan Kepastian Dana Rencana Masa Depan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:02

ITSEC Asia (IDX:CYBR) dan PT Len Industri (Persero) Satukan Kekuatan Teknologi dan Talenta untuk Perkuat Ketahanan Siber Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:02

Semester I 2026, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Penumpang Daop 2 Bandung Capai 99,85 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:02

Penumpang Stasiun Araskabu Terus Meningkat, KAI Bandara Perkuat Mobilitas Masyarakat dengan Tarif Mulai Rp5.000

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:12

Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi melalui Kemitraan Perkapalan dengan Rusia

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:02

Humas KAI Daop 2 Bandung Raih Penghargaan Narasumber Korporasi Terbaik pada IWEB Awards 2026, Bukti Komitmen Hadirkan Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:02

BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan melalui BRI KKB Expo 2026 di Jakarta dan Sekitarnya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:02

Asuransi Savara Dari BRI Life: Solusi Proteksi Komprehensif dengan Kepastian Dana Rencana Masa Depan

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:02

BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Unit Kerja, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kompetitif

Berita Terbaru