India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS - Koran Mandalika

India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS

Senin, 16 Maret 2026 - 13:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat yang terus meningkat sejak akhir Februari.

Percakapan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran global mengenai stabilitas kawasan serta potensi dampaknya terhadap jalur energi internasional dan keselamatan warga negara asing di wilayah tersebut.

India Serukan Dialog dan Diplomasi

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Pezeshkian menyampaikan kepada Modi mengenai situasi terkini di Iran serta pandangannya mengenai perkembangan regional. Menanggapi hal itu, Modi menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang telah menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melakukan percakapan dengan Presiden Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, untuk membahas situasi serius di kawasan. Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan serta jatuhnya korban sipil dan kerusakan pada infrastruktur sipil. Keselamatan dan keamanan warga negara India, bersama dengan kebutuhan untuk memastikan kelancaran transit barang dan energi, tetap menjadi prioritas utama India. Saya juga menegaskan kembali komitmen India terhadap perdamaian dan stabilitas serta mendorong penyelesaian melalui dialog dan diplomasi,” ujar Modi dalam unggahannya di platform X.

India menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi merupakan pendekatan yang konsisten diambil oleh New Delhi dalam menghadapi ketegangan regional.

Kekhawatiran Terhadap Jalur Energi Global

Percakapan tersebut juga terjadi di tengah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat tersebut, menjadikannya koridor vital bagi kebutuhan energi banyak negara, termasuk India.

Baca Juga :  Program Psikologi BINUS UNIVERSITY Bahas Dinamika Konflik dan Relasi Sosial di Era Digital melalui Dialog Psikologi Nusantara XIV

Sejak serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan terganggu.

India dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan lebih dari 20 kapal tanker dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut membawa minyak mentah, gas petroleum cair (LPG), serta gas alam cair (LNG) yang dibutuhkan untuk pasokan energi domestik India.

Beberapa kapal tersebut mengangkut LPG yang dikontrak oleh perusahaan energi India seperti Indian Oil Corporation dan Hindustan Petroleum Corporation.

India sendiri sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah untuk pasokan energi. Sekitar setengah impor minyak mentah India berasal dari wilayah tersebut, sementara dua pertiga impor LNG dan hampir seluruh impor LPG juga berasal dari kawasan yang sama.

Dampak Konflik Mendekati Kawasan Strategis India

Ketegangan di kawasan juga meluas ke wilayah Samudra Hindia. Pekan lalu, sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di dekat perairan Sri Lanka setelah diserang kapal selam Amerika Serikat. Insiden tersebut memperluas dampak konflik ke wilayah yang berada dalam lingkungan strategis India.

Situasi ini menambah kompleksitas bagi pemerintah India yang berupaya menjaga keseimbangan diplomatik di tengah hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.

Di sisi lain, pemerintah India juga memantau keselamatan warganya di Iran. Diperkirakan terdapat sekitar 9.000 warga India di negara tersebut, termasuk pelajar, profesional, pelaut, dan peziarah. Sejumlah warga telah dipindahkan dari Teheran ke lokasi yang lebih aman, sementara sebagian lainnya meninggalkan Iran melalui Azerbaijan dan Armenia untuk kembali ke India.

Baca Juga :  Libur Sekolah Usai, KAI Divre III Palembang Layani 110 Ribu Penumpang

Komunikasi Diplomatik dengan Indonesia

Di tengah situasi tersebut, komunikasi diplomatik juga berlangsung dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar melakukan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono mengenai perkembangan konflik di Asia Barat.

“Senang dapat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Kami bertukar pandangan mengenai konflik di Asia Barat, membahas hubungan bilateral, serta sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan Komisi Bersama dalam waktu dekat,” tulis Jaishankar di X.

Menanggapi hal tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi atas percakapan tersebut dan menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral.

“Terima kasih kepada Menteri Luar Negeri India Dr. S. Jaishankar atas percakapan yang produktif. Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral pada pertemuan Komisi Bersama berikutnya yang akan diselenggarakan secepatnya sesuai waktu yang disepakati bersama, serta tetap berkoordinasi erat mengenai perkembangan regional dan global,” tulis Sugiono.

Indonesia dan India menjalin hubungan strategis di kawasan Indo-Pasifik, termasuk kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan keamanan maritim. Di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat, komunikasi diplomatik antara kedua negara mencerminkan upaya untuk terus menjaga koordinasi mengenai perkembangan regional yang berpotensi mempengaruhi stabilitas perdagangan dan energi global.

India dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas di Asia Barat. Pemerintah India menilai stabilitas kawasan tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga pada kelancaran perdagangan global serta stabilitas pasokan energi dunia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Indonet Gabungkan Internet dan AI Credit dalam Satu Layanan untuk Dukung Aktivitas Bisnis
Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Menuju 4.388–4.421
Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional
DUKUNG KELANCARAN DAN KENYAMANAN PENGGUNA JALAN, PT JASAMARGA TOLLROAD MAINTENANCE LAKUKAN REKONSTRUKSI PERKERASAN DI RUAS TOL SEMARANG
KEMENTERIAN PPN / BAPPENAS DORONG ENSIA 2026 PERKUAT INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN INDONESIA
Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia
NPF di Bawah Industri, BRI Finance Jaga Kualitas Portofolio Pembiayaan
Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:02

Indonet Gabungkan Internet dan AI Credit dalam Satu Layanan untuk Dukung Aktivitas Bisnis

Senin, 14 September 2026 - 11:02

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Menuju 4.388–4.421

Senin, 14 September 2026 - 00:02

Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

Senin, 14 September 2026 - 00:02

DUKUNG KELANCARAN DAN KENYAMANAN PENGGUNA JALAN, PT JASAMARGA TOLLROAD MAINTENANCE LAKUKAN REKONSTRUKSI PERKERASAN DI RUAS TOL SEMARANG

Senin, 14 September 2026 - 00:02

Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 23:39

NPF di Bawah Industri, BRI Finance Jaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

Minggu, 13 September 2026 - 18:02

Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Minggu, 13 September 2026 - 13:02

September Ceria, Saatnya Bikin Rencana Makin Nyata Bersama Fasilitas Dana Tunai BRI Finance

Berita Terbaru