Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB, menggelar acara “Betabeq” di Sirkuit Mandalika yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat, para kepala desa setempat, dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa ITDC maupun Sirkuit adalah milik kita bersama.
“Sirkuit bukan milik ITDC dan pemerintah pusat saja tapi ia kini menjadi milik kita juga. ITDC, sirkuit, NTB bukan entitas yang terpisah ia menyatu dalam kita,” kata Iqbal, Selasa (30/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, lanjut Iqbal, semuanya harus dijaga bersama.
“Baik ITDC dan siapapun sepakat menghadirkan nuansa yang kental keNTB-annya di dalam berbagai kegiatan sirkuit ini,” lanjut Iqbal.
Iqbal menjelaskan seperti halnya kedatangan para pembalap yang langsung disembeq. Itu merupakan bagian dari keNTB-an yang dimaksud.
“Mereka disembeq didoakan agar lancar dalam berkegiatan di sini dan sekarang kita adakan pula ritual betabeq,” jelasnya.
Selain itu, kata Iqbal, di arena sirkuit ada galeri MotoGP yang dijadikan museum peradaban Lombok-Sumbawa.
“Tempat kita munculkan adiluhung nya budaya Lombok dan Sumbawa, dua daerah ini memiliki sejarah yang panjang dan berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat global,” imbuhnya
Tradisi betabeq ini sudah ada dalam akar budaya masyarakat Lombok. Betabek dimaknai sebagai cara meminta izin, restu, dan doa untuk menyelenggarakan kegiatan di suatu tempat.
“Tradisi betabeq ini akan kita tradisikan dalam setiap event besar biar menjadi legacy buat anak cucu kita ke depan. Oleh karena itu, atas nama pribadi, pemerintah dan juga bersama ITDC ijin kami melaksanakan kegiatan ini mohon doa nya restui kami supaya acara MotoGP ini berlangsung lancar dan sukses,” ungkapnya. (*)












