Kemiskinan Loteng Turun Signifikan, Pemkab Bidik 10,30 Persen pada 2026 - Koran Mandalika

Kemiskinan Loteng Turun Signifikan, Pemkab Bidik 10,30 Persen pada 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) menargetkan angka kemiskinan turun dari 10,68 persen pada 2025 menjadi 10,30 persen pada 2026. Target tersebut ditempuh melalui penguatan program penanggulangan kemiskinan yang menyasar keluarga miskin dan kelompok rentan.

Wakil Bupati Loteng, HM. Nursiah, mengatakan angka kemiskinan pada 2025 turun dari 12,07 persen pada 2024 menjadi 10,68 persen. Dengan capaian tersebut, Loteng berada di posisi ketiga dengan tingkat kemiskinan terendah di NTB setelah Kota Mataram sebesar 10,55 persen dan Kota Bima 10,61 persen.

“Target kita pada 2026 angka kemiskinan bisa kembali turun menjadi sekitar 10,30 persen,” kata Nursiah.

Sejumlah wilayah masih menjadi perhatian pemerintah daerah karena memiliki persentase kemiskinan relatif tinggi. Kecamatan Pujut tercatat sebesar 11,77 persen atau sekitar 16.037 jiwa, Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa, dan Kecamatan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Loteng menerapkan strategi penanggulangan kemiskinan melalui konsep “3 Pintu”. Pintu pertama diarahkan untuk mengurangi beban pengeluaran melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pangan, pasar murah, dan bantuan langsung tunai, sedangkan pintu kedua difokuskan pada peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kedua difokuskan pada peningkatan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan IKM, sektor peternakan dan perikanan serta program padat karya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Pintu ketiga menyasar pengurangan kantong kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air minum, sanitasi, dan peningkatan akses pendidikan. Nursiah menegaskan penanganan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada penurunan angka secara statistik.

“Yang kita harapkan bukan hanya angka kemiskinan turun, tetapi beban masyarakat berkurang, pendapatan meningkat dan kualitas hunian serta pelayanan dasar semakin baik,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Loteng, Lalu Firman Wijaya, menekankan pentingnya kolaborasi Bapperida dengan seluruh organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

“Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama dan menggunakan indikator yang terukur, sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Uma Lengge Jadi Ikon Paviliun NTB di KRIYANUSA 2026
Hilirisasi Digenjot, Komoditas NTB Disiapkan Tembus Pasar Global
PMI Nonprosedural Jadi PR Besar NTB, Malaysia Paling Banyak
Wagub NTB: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Tempat Kekerasan
Kemiri NTB Tembus Jepang, Vanili Diekspor ke Amerika
Terkendala Status Tanah, Sekolah Rakyat Permanen NTB Belum Merata
Bank NTB Syariah Bidik KUR Perumahan, 11.061 Rumah Jadi Potensi Baru
Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:02

Dari Lemari ke Mereka yang Membutuhkan, Grand Qin Hotel Luncurkan Program ReQineration

Minggu, 27 September 2026 - 16:02

Selama dikeloal PT Railink, Pengguna KA Bandara dari Stasiun YIA Mencapai 4,7 Juta Penumpang

Minggu, 27 September 2026 - 16:02

Selama Dikelola PT Railink, KA Bandara YIA Layani Lebih dari 11 Juta Pergerakan Penumpang

Minggu, 27 September 2026 - 15:02

Tips Menyiapkan Persyaratan Dokumen Sebelum Mengajukan Pinjaman Bank

Minggu, 27 September 2026 - 12:02

Peluang Kripto Belum Habis, tapi Cara Mainnya Sudah Berubah

Sabtu, 26 September 2026 - 18:02

MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 - 14:02

Pilihan Perlindungan untuk Berbagai Rencana Perjalanan dengan Chubb Travel Insurance di neobank dari Bank Neo Commerce

Sabtu, 26 September 2026 - 10:02

Kebun Kopi Ijen, Warisan yang Terus Menghidupi

Berita Terbaru