Lebaran Ketupat di Lombok Tengah: Tradisi, Silaturahmi, dan Warisan Budaya - Koran Mandalika

Lebaran Ketupat di Lombok Tengah: Tradisi, Silaturahmi, dan Warisan Budaya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah (NTB) – Suasana khidmat menyelimuti Bencingah Agung MASMIRAH saat Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar perayaan Lebaran Ketupat 1447 Hijriah pada Sabtu (28/3/2026).

Perayaan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat di wilayah Bumi Tatas Tuhu Trasna.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, didampingi Wakil Bupati H. M. Nursiah dan Sekretaris Daerah Lalu Firman Wijaya. Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas beserta staf, kepala sekolah, koordinator wilayah (korwil), hingga pengawas se-Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa Lebaran Ketupat bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sarana pelestarian nilai-nilai luhur yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Ini adalah tradisi yang tidak pernah dilupakan. Pada dasarnya, ini merupakan silaturahmi yang dikemas dalam Lebaran Ketupat. Jangan sampai kita melupakannya, karena kelak akan menjadi budaya yang terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Pathul menambahkan, esensi utama kegiatan ini adalah halal bihalal yang bertujuan memperkuat sinergi di lingkungan pemerintahan daerah.

“Ini halal bihalal dan silaturahmi yang dikemas dalam Lebaran Ketupat. Tradisi ini harus kita lestarikan,” tegasnya.

Baca Juga :  ‎NTB di Posisi 12 Provinsi Termiskin, Gubernur Iqbal: Kurangnya Orkestrasi dalam Bekerja

Lebih lanjut, Pathul berharap kegiatan tahunan tersebut terus berkembang sebagai instrumen pemersatu seluruh elemen masyarakat Lombok Tengah.

“Tradisi budaya ini harus terus kita kembangkan. Setiap tahun kita tidak boleh melupakan momentum untuk bersilaturahmi, atau berijtima dalam arti halal bihalal, guna memupuk semangat kebersamaan di antara kita sebagai keluarga besar masyarakat Kabupaten Lombok Tengah,” tutupnya.

Perayaan Lebaran Ketupat di Lombok Tengah merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan sekitar sepekan setelah Idul Fitri, sebagai penanda berakhirnya puasa sunah enam hari di bulan Syawal. (wan)

Berita Terkait

Bima Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa
Pocari Sweat Run 2026 Digelar di Mandalika, NTB Siap Tunjukkan Semangat Sehat
Bahas Persiapan Porprov 2026, KONI NTB Butuh Anggaran Rp 15 Miliar
Desa Berdaya Tematik Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Desa
Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara
Muzihir Layangkan Surat Pemecatan ke Pimpinan DPRD NTB, Akri: Kami Juga Berhak
Bukti Nyata Kepedulian Sari Yuliati, Sapi Qurban Raksasa Diserahkan di Lombok Tengah
Bank NTB Syariah dan Pemprov NTB Luncurkan KUR PMI, Putus Mata Rantai Rekrutmen Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:00

Dorong Kepatuhan Halal dan Keamanan Pangan, SUCOFINDO Laksanakan Audit dan Sosialisasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gunung Besar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:43

BRI Teras Pasar Kramat Jati Buka Layanan Weekend Banking di Saat Libur

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:00

Di Tengah Gejolak Global, Bitcoin Tetap Jadi Pilihan Utama Investor Crypto Baru di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:00

Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat, SUCOFINDO Salurkan Bantuan Hewan Kurban di Kelurahan Pancoran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00

Hal yang Mendorong Keputusan Belanja, Apa Saja?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00

Sambut Libur Idul Adha 2026, KAI Bandara Yogyakarta Sediakan 84.112 Seat dan Hadirkan Layanan Flexi Premium

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00

KAI Bandara GELAR SOSIALISASI KESELAMATAN DI JPL 683 STASIUN WATES

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00

KAI Bandara Perkuat Budaya Keselamatan Melalui Sosialisasi di Wilayah Operasional Yogyakarta dan Medan

Berita Terbaru