LPA Mataram Temukan Kelompok Anak SD Miliki Kelainan Seks, Syarat Masuknya Sodomi - Koran Mandalika

LPA Mataram Temukan Kelompok Anak SD Miliki Kelainan Seks, Syarat Masuknya Sodomi

Senin, 11 Agustus 2025 - 13:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi menemukan adanya sebuah kelompok beranggotakan siswa sekolah dasar (SD) yang diduga memiliki kelainan seksual.

Joko mengatakan, kasus tersebut terkuat setelah pihaknya menangani kasus percobaan sodomi yang dilakukan oleh anak usia sembilan tahun di wilayah Lombok Barat.

“Ada dua case ya. Yang pertama sekitar dua bulan yang lalu lah itu juga ada kasus yang serupa percobaan sodomi lah yang dilakukan oleh anak usia sembilan tahun ke anak usia lima tahun di wilayah Lombok Barat. Bulan ini ada satu case lagi percobaan, ini baru percobaan awalnya. Ini masih kita dalami lebih lanjut,” kata Joko, saat di konfirmasi via telepon, Senin (11/8).

Dari hasil penelusuran LPA Mataram, percobaan sodomi yang dilakukan oleh anak tersebut merupakan syarat untuk bergabung kedalam kelompok tersebut.

“Setelah kita telusuri kita lakukan asesmen bahwa si anak itu mau melakukan sodomi supaya bisa diterima di circle anak-anak. Jadi itu bagian dari kayak prasyarat lah untuk bisa gabung di kelompok itu yang isinya juga anak-anak SD” ujar Joko.

Saat ini, LPA Mataram masih mendalami kasus tersebut. Joko menuturkan jumlah anggota kelompok tersebut sebanyak sembilan orang.

Baca Juga :  Kasusnya Berat, 3 Kurir Narkoba Ini Dituntut Hukuman Mati

“Kami sedang konsen untuk menangani si anak yang mau melakukan itu (percobaan sodomi), setelah ini selesai baru kemudian akan berlanjut ke circle yang sudah ada tadi yang saya sampaikan ada sembilan orang itu,” tuturnya.

Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan kemungkinan adanya keterlibatan orang dewasa pada kelompok tersebut.

“Sementara yang kita temukan anak SD, tapi kan kami belum masuk ke sembilan orang anak itu nanti seperti apa kan kita akan lihat darimana mereka tahu itu (kelompok),” ujar Joko. (dik)

Berita Terkait

Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka
Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi
Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa
Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck
Sekda Lombok Tengah Dipanggil Jaksa, Pemeriksaan Berkaitan dengan Kasus Dump Truck?
Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Kapolres Lombok Tengah: Jangan Cepat Puas!
Dipimpin Kasat Narkoba IPTU Yudha, Jaringan Sabu di Loteng–Lotim Berhasil Diungkap
Kasus Gadai Mobil Fiktif di Lombok Tengah, Polisi Diminta Bertindak Cepat

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00

Telkom AI Connect Dorong Pemanfaatan AI dalam Desain Produk Digital

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00

Cara Memulai Trading Gold untuk Pemula dengan Modal yang Terukur

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00

BRI Life Borong Tiga Penghargaan Sebagai Apresiasi Pencapaian Soliditas Finansial dan Inovasi Digital

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00

Pasar Kripto Melemah, Tokocrypto Perkuat Akses Deposit Lewat Nobu Bank

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00

Dorong Lahirnya AI Content Creator Indonesia, MAXY Academy Siapkan Ekosistem Intensif bagi Talenta Muda

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00

Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Sri Pamela Medika Nusantara Dorong Kesadaran Hidup Sehat di Lingkungan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00

Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

Berita Terbaru