Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggencarkan upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja.
Kegiatan bertajuk Launching Pencegahan Pernikahan Dini digelar secara serentak di tujuh sekolah menengah pertama di Kecamatan Praya Timur. Kali ini, berlokasi di SMPN 1 Praya Timur sebagai pusat kegiatan utama.
Wakil Bupati Lombok Tengah Muhamad Nursiah dalam kesempatan itu menyapa para pelajar dengan pendekatan yang hangat dan interaktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nursiah mengajak siswa-siswi berdiskusi mengenai bahaya pernikahan dini serta menyisipkan pertanyaan-pertanyaan reflektif kepada para peserta.
“Kenapa pernikahan dini tidak boleh dilakukan?” tanya Nursiah.
Jawaban terbaik dari para siswa langsung diganjar hadiah.
“Anak-anak harus berani bermimpi tinggi, fokus mengejar pendidikan, dan jangan biarkan masa depan kalian dikorbankan oleh pernikahan yang terlalu dini,” pesan Nursiah, Sabtu (2/8).
Setelah sesi diskusi bersama Wakil Bupati, giliran Forum Anak tampil di depan peserta.
Melalui orasi dan sesi edukatif, mereka menjelaskan secara mendalam dampak negatif pernikahan anak, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun psikologis.
Dalam orasi yang penuh semangat, mereka menegaskan bahwa anak-anak Lombok Tengah berhak untuk tumbuh dan berkembang tanpa dibebani risiko pernikahan dini.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor kesehatan, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil dalam melindungi generasi muda Lombok Tengah dari praktik yang mengancam masa depan mereka. (wan)












