Pol PP Pantau Penjualan Online Rokok Ilegal, Kasat: Yang Beli atau Jual Sama Hukumannya - Koran Mandalika

Pol PP Pantau Penjualan Online Rokok Ilegal, Kasat: Yang Beli atau Jual Sama Hukumannya

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Pol PP NTB Fathul Gani (Ahmad Chumaidi/Koran Mandalika)

Kasat Pol PP NTB Fathul Gani (Ahmad Chumaidi/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Mataram – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB, memasifkan pencegahan peredaran rokok ilegal.

Kepala Satuan (Kasat) Pol PP NTB, Fathul Gani mengatakan pihaknya hanya berfokus pada pencegahan serta memastikan agar tidak hanya pedang-pedang kecil saja yang jadi korban.

“Jadi idealnya karena selama ini Pol PP, kan, kalau mengadakan operasi itu selalu di ujung. Kami tidak terlalu nyaman sebenarnya berhadapan sama pengecer, pedagang kecil. Jangan pedagang kecil, pengecer itu saja dijadikan korban. Kami fokus pada pencegahan,” kata Fathul, Selasa (10/6).

Dia menuturkan pemberantasan rokok ilegal ini harus menyasar ke pabrik sehingga tidak ada lagi rokok ilegal yang masuk ke pedagang-pedagang kecil.

“Kami harap bahwa pemberantasan rokok ilegal ini harus dari hulu. Kalau hulu ndak ada (rokok ilegal) kan otomatis ndak ada hilir,” tutur Fathul.

Selain penjualan secara langsung, pihaknya juga memantau penjualan secara online. Fathul menyebut penjual dan pembeli memiliki hukuman yang sama.

“Itu yang beli atau jual itu sama hukumannya. Yang beli ilegal itu kita pastikan kita harus ada sanksi sebenarnya. Sekarang, kan, makin canggih. Kalau ada COD-COD, nanti kita ada caranya yang begitu-begitu,” ucapnya.

Baca Juga :  LPA Mataram Temukan Kelompok Anak SD Miliki Kelainan Seks, Syarat Masuknya Sodomi

Fathul mengungkapkan keprihatinannya kepada pabrik-pabrik yang sudah membayar pajak tetapi barang dagangannya kurang diminati akibat maraknya peredaran rokok ilegal ini.

“Kasian orang yang mau bekerja baik-baik di pabrik yang mau membayar pajak tetapi rokoknya tidak diminati karena mahal. Itu yang menjadi atensi kita ya,” ungkapnya. (dik)

Berita Terkait

Kasus Eks Pimpinan Poneps Abul Barokat Memasuki Babak Baru, AIS Resmi Ditahan
Dua Alat Bukti Cukup, Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Jadi Tersangka
Uang Rp50 Ribu Jadi Umpan, 7 Anak Jonggat Diduga Jadi Korban
Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll DLH Lombok Tengah, Empat Tersangka Resmi Ditahan
Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka
Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi
Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa
Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:14

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:53

BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:02

Dari Pengukuran hingga Optimasi, Avonetiq Hadirkan AVO Lifetime Plan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:48

BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:02

FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:02

Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:02

Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:02

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Berita Terbaru