FP4 NTB Soroti Bobroknya pelayanan Puskesmas Bagu, Kadikes Bilang Begini  - Koran Mandalika

FP4 NTB Soroti Bobroknya pelayanan Puskesmas Bagu, Kadikes Bilang Begini 

Minggu, 25 Mei 2025 - 09:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Forum Peduli pembanguna dan Pelayanan Publik (FP4) NTB angkat bicara atas pelayanan publik yang seharusnya menjadi wajah kemanusiaan pemerintah.

 

Namun, yang terjadi di Puskesmas Bagu, Kecamatan Pringgarata, justru mencoreng prinsip dasar itu. Hal itu disampaikan Direktur FP4 NTB Lalu Habiburrahman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami tidak sedang mencari kesalahan, tapi tidak mungkin kami diam saat ruang pelayanan publik yang paling vital disulap menjadi tempat parkir, toilet rusak dua tahun dibiarkan, dan IGD berubah fungsi di malam hari,” tegas Habib.

 

Ironi ini terjadi bukan hanya karena kelalaian satu-dua orang. FP4 NTB yang yang secara khusus konsen terhadap pelayanan publik menilai ini adalah kegagalan sistemik, yang mencerminkan lemahnya pengawasan, rendahnya komitmen pelayanan, dan ketiadaan kepekaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

 

“Masyarakat bukan meminta kemewahan. Mereka hanya ingin dilayani dengan layak, di tempat yang bersih, nyaman, dan manusiawi. Tapi faktanya, mereka justru mendapat perlakuan yang tak pantas di fasilitas milik negara sendiri,” ujar Habiburrahman.

Baca Juga :  Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga: Ungkapan dr. Mamang Gambarkan Pelayanan RSUD Praya

 

Lebih dari itu, banyak warga mengeluhkan mahalnya biaya layanan. Tak sedikit yang memilih berpaling ke klinik swasta karena merasa lebih dihormati dan dimanusiakan sebagai pasien.

 

FP4 NTB menilai, Kepala Puskesmas Bagu tidak bisa bekerja sendiri tanpa arahan yang kuat. Di sinilah peran Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah harus diuji. Tidak cukup sekadar mengeluarkan instruksi, sudah saatnya turun langsung dan menindak tegas oknum nakes yang menggunakan objek vital sentra pelayanan tersebut sebagain tempar parkir kendaraan.

 

“Kami minta Kepala Dinas Kesehatan loteng tidak hanya jadi penonton dalam situasi ini. Pelayanan publik adalah tanggung jawab struktural, dan jika ada pembiaran seperti ini, maka beliau juga harus bertanggung jawab,” lanjutnya.

 

FP4 NTB menegaskan bahwa ini bukan hanya soal fasilitas rusak, tapi soal harkat dan martabat masyarakat yang diabaikan. Kami meminta reformasi menyeluruh, mulai dari evaluasi manajemen, pembenahan infrastruktur, hingga perbaikan pola pengawasan.

 

“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Jangan tunggu korban dulu baru peduli. Pelayanan publik harus dibangun atas dasar empati, bukan sekadar administrasi,” tutup Habiburrahman.

Baca Juga :  Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah Suardi mengatakan sebelumnya Kepala puskesmas Bagu menjelaskan ke pihaknya saat munculnya pemberitaan bahwa toilet yang rusak ini sering diperbaiki dan kembali macet sehingga dikonsultasikan ke dinas PUPR untuk penanganan secara teknis.

 

Suardi mengaku Dinas Kesehatan belum pernah mendapat laporan dikarenakan permasalahan ini sekadar macet biasa dan bisa diselesaikan di tingkat puskesmas.

 

“Keterangan dari Ibu Kapus macetnya toilet karena adanya softek di saluran pembuangan yg sering terjadi secara berulang setelah diperbaiki,” jelas Suardi.

 

Oleh Karena itu, pihaknya akan usulkan anggaran untuk memperbaiki sarana yang rusak baik, di Puskesmas Bagu maupun puskesmas lain yang mulai mengalami kerusakan agar pasien merasa nyaman.

 

“Kami juga minta kepada semua kepala puskesmas untuk melaporkan dan mengisi ASPAK (Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan) secara rutin dan apa adanya agar kami bisa membuat perencanaan kebutuhan sehingga cepat ditangani,” beber Suardi. (wan)

Berita Terkait

Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
Libatkan 7 Sekolah, BBPOM Mataram Gelar Bimtek Keamanan Pangan di Sekolah Batch 2
BBPOM Mataram Siap Dampingi Pengusaha Disabilitas Miliki Izin Edar
BBPOM Mataram Pastikan Keamanan Pangan Bagi Kelompok Disabilitas
Siap Naik ke Tipe B, RS Manambai Butuh Dokter Subspesialis, Pemprov Diminta Siapkan Insentif
Kasus TBC di NTB Cukup Tinggi, Ayo Pakai Masker!
Resmikan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda, Menkes Harap jadi Pusat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pernikahan Anak di Lombok Tengah Viral, Menkes: Ancaman Bagi Keturunannya

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 01:03

Menko Pangan Resmikan PSEL, SUCOFINDO Dukung Kesiapan Teknis Pengolahan Sampah menjadi Energi

Senin, 13 Juli 2026 - 19:02

5 Perkembangan Robotika Indonesia 2026 untuk Industri

Senin, 13 Juli 2026 - 18:02

Penanggulangan Bencana Lebih Cepat dengan Drone

Senin, 13 Juli 2026 - 18:02

Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar

Senin, 13 Juli 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Sesalkan Pengeroyokan Terhadap Petugas Penjaga Perlintasan Sebidang di Leuwigoong Yang Mengingatkan Keselamatan Kepada Pengguna Jalan Raya

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02

Tips Mengumpulkan Neo Koin Lebih Banyak di Aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02

deGadai Perkuat Ekosistem Luxury Goods, Kini Hadirkan Layanan Beli Tas, Titip Jual, dan Gadai Melalui Jaringan Mitra

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02

BRI Finance Tawarkan Ragam Keuntungan Pembiayaan Kendaraan di BRI KKB Expo Sumatera Utara

Berita Terbaru

Teknologi

5 Perkembangan Robotika Indonesia 2026 untuk Industri

Senin, 13 Jul 2026 - 19:02