Koran Mandalika, Mataram – Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Badko Nusra, Rivaldi Pulungan, menyoroti konflik antar organisasi yang terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
Pulungan, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pihak kampus seharusnya tidak membiarkan tragedi seperti itu terjadi.
“Hal itu terjadi di Kampus, artinya tidak mencerminkan budaya kampus terlebih labelnya Islam,” ujarnya, Jumat (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, konflik tersebut pecah akibat adanya kesalahpahaman antar organisasi.
Diketahui pula, dari konflik tersebut 5 orang kader dari HMI diduga menjadi korban penganiayaan. Namun, dari kelima korban tersebut satu orang mendapat luka di kepala akibat benda tajam.
Pulungan menyebut sangat ironis ada mahasiswa yang membawa senjata tajam ke kampus.
“Untuk itu kami meminta pihak kampus mengusut tuntas para pelaku,” ungkap Pulungan.
Pulungan menegaskan, bahwa Mahasiswa yang menjadi korban adalah kader dan anggota HMI komisariat di UIN. Maka, sebagai langkah konkret, pihaknya terlibat dalam peristiwa pelaporan dan dibuktikan dengan surat hasil visum melalui RS. Bhayangkara ke Reskrim Polresta Mataram.
“Kami akan melaporkan, anggota kami sebanyak 5 orang yang terluka, pihak kampus tidak boleh diam membiarkan ini terjadi tanpa kepastian,” tegasnya.
Ia meminta pihak UIN Mataram mengambil langkah tegas terhadap pelaku.
“Kami juga meminta jika kampus abai akan peristiwa ini maka kami juga menduga pihak kampus mendukung adanya kejahatan terjadi di lingkungan perguruan tinggi yang dikenal sebagai kawah candradimuka,” tegasnya. (*)






