Malaysia Masih jadi Tujuan Favorit, NTB Siapkan Kuota 3000 Pekerja Migran - Koran Mandalika

Malaysia Masih jadi Tujuan Favorit, NTB Siapkan Kuota 3000 Pekerja Migran

Kamis, 19 Juni 2025 - 12:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT SD Guthrie Berhad membuka kesempatan bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. (Ahmad Chumaidi/Koran Mandalika)

PT SD Guthrie Berhad membuka kesempatan bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. (Ahmad Chumaidi/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Mataram – PT SD Guthrie Berhad membuka kesempatan bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Hal tersebut diungkapkan langsung Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Nelly mengatakan perusahaan yang memiliki perkebunan sawit di Malaysia itu membuka kuota sebanyak 3.000 pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu yang akan dicari oleh enam P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) kita. Artinya, Malaysia ini masih menjadi tujuan favorit,” kata Nelly, Kamis (19/6).

Animo masyarakat yang tinggi terhadap Malaysia bisa disebabkan oleh faktor bahasa. Malaysia memiliki bahasa yang cenderung mirip dengan Indonesia.

“Karena mungkin masyarakat kita lebih akrab dengan malaysia dan tidak terkendala bahasa. Itu yang membuat masyarakat kita masih menjadikan Malaysia favorit,” jelas Nelly.

Baca Juga :  Banggar DPR RI Bahas Kebijakan Fiskal dengan Pemprov NTB

Dia mengungkapkan angka pemulangan PMI dari Malaysia terus menurun setiap tahunnya. Selain itu, persentase masyarakat NTB yang berada di Malaysia mencapai 96%.

“Yang awalnya 2000-an sekarang di angka 900-an di tahun 2024. Begitu juga persentase saudara kita yang di Malaysia itu dari total seluruh pekerja migran itu mencapai 96%. Artinya, hampir semua ada di Malaysia, sekitar di angka 26.000 sekian,” ungkap Nelly.

Nelly menekankan dalam proses perekrutan PMI harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati. Jika memang digratiskan, tentu masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun pada saat perekrutan.

“Nah, ini kan, masih ada masyarakat kita yang mengeluh kena biaya, padahal Malaysia gratis. Ini yang kami tekankan ke teman-teman P3MI, kalaupun ada biaya di depan karena biaya gratisnya belum keluar tolong dikembalikan pada saat biaya gratisnya itu keluar,” ucapnya.

Baca Juga :  ‎Pemerintah Pusat Tetapkan Teluk Ekas Sebagai Lokasi Riset Rumput Laut Dunia

Masyarakat juga harus paham dengan hal-hal semacam ini. Nelly meneruskan, masyarakat harus berhati-hati dalam memilih perusahaan.

“Ini yang masyarakat harus pahami bahwa didepan memang ada biaya yang dikeluarkan, tapi dikembalikan. Ini yang betul betul harus diketahui masyarakat. Kalau berbayar atau tidak sesuai berarti itu ilegal,” ungkapnya.

Sebagai informasi, enam perusahaan P3MI yang terpercaya adalah:

1. PT Cipta Rezeki Utama
2. PT Cahaya Lombok
3. PT Sudinar Artha
4. PT Dian Yogya Perdana
5. PT Wira Karitas
6. PT Primadaya Pratma Pandukarya. (dik)

Berita Terkait

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan
Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK
DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi
Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026
Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika
Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target
Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja
Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Kamis, 17 September 2026 - 16:02

Cegah Kecurangan Muatan Truk Tambang, 96 Unit Widya Load Scanner Beroperasi di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

NTB Terkini

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:59